
Selain gangguan pada pipa lama, diakui ada juga pipa HDPE yang juga alami gangguan. Pihaknya pun mengkaji kebocoran secara menyeluruh.
Ia mencontohkan gangguan distribusi pada wilayah yang punya tekanan air cukup tinggi. Salah satunya di Pamoyanan.
“Dalam waktu sebulan bisa sampai tiga kali pecah pipa. Dari yang kita lihat di lapangan, itu disebabkan Waterhammer atau ada udara yang terjebak dalam pipa. Alhasil tekanan yang tinggi bikin pipa bocor karena ada arus balik,” tandas Ardani.
Ia menegaskan, pada dasarnya Perumda Tirta Pakuan berkomitmen terhadap layanan kepada masyarakat. Ia pun meminta pelanggan untuk tidak sungkan dalam melayangkan kritik dan keluhan terkait pelayanan.
“Kamu terbuka, silahkan informasikan segala kritik. Kami siap memperbaiki setiap permaslahan di lapangan, salah satunya soal pengaliran. Kami juga kini lebih sigap dalam penanganan keluhan salah satunya soal pengaliran air ini,” ujarnya.
“Tapi memang semua butuh waktu dan proses, ya misalnya kebocoran pipa, butuh waktu untuk kajian dan perbaikan. Kami memohon maaf bila belum sepenuhnya baik tapi kami terus meningkatkan pelayanan dan lebih cepat menangani persoalan di lapangan terkait distribusi air,” pungkas Ardani. (Aditya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














