
“Pada tahap awal (gagal ginjal akut), memang paling sensitif itu kita melihat produksi urine,” terang Henny, pekan lalu.
Oleh karena itu, Henny mengimbau orang tua untuk memperhatikan frekuensi buang air kecil anak. Dalam kondisi sehat, anak akan buang air kecil sebanyak 5-6 kali dalam sehari atau sama dengan 3-4 jam sekali.
“Kalau kurang dari itu, maka segera bawa (anak) ke dokter,” tutur Henny.
Sementara, dalam tahap yang lebih parah atau saat fungsi ginjal menurun hingga 50 persen, gejala lain akan muncul, seperti badan yang membengkak, napas cepat dan pendek, gangguan elektrolit, hingga kejang akibat tekanan darah tinggi.
Ancaman gagal ginjal akut menghantui anak-anak Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah memberikan anjuran kepada para orang tua untuk tidak panik dan tetap tenang.
Namun, orang tua tetap waspada terhadap gejala utama pada gagal ginjal, yaitu pengurangan volume urine. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















