
“Saat ini kami masih belum bisa menjelaskan hasil autopsi penyebab kematian korban, karena masih menunggu hasil resmi dari petugas forensik,” jelasnya.
“Karena beberapa sampel tulang dan jaringan saluran pernapasan yang diperiksa laboratorium secara Patologi Anatomy oleh Rumah Sakit Bhayangkara Medan,” sambungnya.
Sebelumnya, sesosok mayat laki-laki ditemukan di pinggir jalan pada Jumat 21 Oktober 2022.
Saat ditemukan kondisi korban sudah mengalami pembusukan, sekujur tubuhnya dipenuhi belatung sehingga menyulitkan proses identifikasi mayat tersebut.
Dari lokasi ditemukan sejumlah pakaian dan perhiasan cincin emas yang masih melekat di tubuh korban. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















