“Kita mengutamakan dari 200 SDN dan 20 SMP di kota Bogor ini mana saja yang harus di paksa kita anggarkan agar tidak terjadi potensi kerawanan bencana apalagi terkait dengan keselamatan anak didik kita,” jelasnya.

Sementara, pelaksana tugas (Plt) kepala Sekolah SDN Bantarjati 9 Suci Iriyani mengungkapkan bahwa kejadian ambruknya ruang kelas tersebut terjadi karena kondisi atap kelas tersebut sudah rapuh dan lapuk sejak bulan Oktober lalu.

BACA JUGA :  Menata Asam Sari Resmi Hadir, Hadirkan Inovasi Saus Asam Jawa untuk Kuliner Indonesia

“Kelas itu tidak digunakan, satu kelas ini sudah dikosongkan sejak bulan Oktober,” ujar Suci.

Untuk itu, lanjut Suci, pihaknya sudah mengajukan perbaikan ke Disdik Kota Bogor ketika atap bangunan tersebut sudah agak turun dan mau ambruk.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kota Bogor Jadi Khotib Idul Adha 1447 H, Ajak Jamaah Teladani Nabi Ibrahim AS

“Memang kelas ini kelihatannya baik baik saja, tapi didalamnya kita tidak tahu seperti apa,” katanya.

“Imbas dari kejadian ini dua kelas tidak digunakan, karena di khawatirkan ketika ambruk kelas disebelahnya akan terbawa ambruk,” pungkasnya. (Aditya)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================