“(Prosesnya) kalau dibilang rumit, untuk pribadi itu rumit, tapi karena lewatnya Dinkukmdagin jadinya gak rumit,” ungkap Titik Rahmawati.

Dalam proses untuk bisa dipasarkan di Indomaret, Titik pun membuat berbagai inovasi dari sisi kemasan, kualitas produk, dan daya saing produk hasil ciptaannya.

“Jadi kurasinya itu dari segi rasa dan packaging, kemudian keberadaan kompetitor olahan ikan asin jambrong yang masih sedikit menjadi faktor keberhasilan juga jadi bisa lolos proses kurasi,” katanya.

BACA JUGA :  Serbu Lapangan Sempur, Warga Berburu Pangan Murah Pemkot Bogor

Selain Pawon Eboo, ada juga sembilan produk lainnya yang lolos, yakni Cahaya snack gabus original, teteh sari simping beras kencur, cookies keju aren, kue ketawa, osa keju goreng ulir, osa keju keju goreng stick, osa brambang keju, susmokav dan coklat kacang sukoy.

Peresmian UMKM naik kelas masuk Indomaret ini dilaunching Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Deputi Branch Manager Indomaret Cabang Bogor I, Bhenika Bayu Aji di Indomaret Fresh Drive Thru di Jalan Pajajaran, Kota Bogor.

BACA JUGA :  Jumlah Hewan Kurban di Kota Bogor Tembus 15.800 Ekor, Naik 1.400 dari Tahun Lalu

Launching produk ini merupakan kegiatan lanjutan dari program CSR Indomaret pada Juli 2022 lalu. Dalam kegiatan tersebut dihadirkan 100 produk yang kemudian di kurasi dengan aspek penilaian dan pertimbangan yang mengacu standarisasi dari Indomaret menjadi 10 produk terpilih untuk dijual di Indomaret.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================