Selanjutnya, Ketua DWP Kabupaten Bogor, Nurhayati mengungkapkan, melek digital bukan berarti semua serba handphone melainkan ada batasan-batasan yang harus dilakukan di era digital ini, jangan sampai di era digital ini justru memberikan dampak negatif bagi keluarga, lingkungan juga masyarakat, itulah pentingnya ketahanan keluarga.

“Walaupun di era digital, perlu ada pengawasan dan pengendalian di rumah masing-masing. Bagaimana proses pengawasan anak karena sebaik apapun kita perempuan tugas dan kewajibannya, setinggi apapun jabatan dan posisi perempuan adalah hakikatnya yaitu mengurus suami dan anak, guna mencegah efek negatif seperti narkoba, kekerasan seksual, kekerasan terhadap anak, kecanduan gawai dan lainnya,” terang Ketua DWP.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Siapkan Mural Bergambar Pahlawan Nasional di Jalur Jayanti–Bojong Koneng

Ia juga berharap melalui Peringatan HUT DWP ke-23 bisa membangun motivasi istri ASN yang ada di Kabupaten Bogor mulai tingkat SKPD dan Kecamatan untuk senantiasa berinovasi, memanfaatkan era digitalisasi untuk program-program seperti administrasi, kegiatan kesekretariatan, bidang ekonomi dan lainnya berbasis digitalisasi.

Perlu diketahui beberapa rangkaian kegiatan HUT DWP ke-23 yang telah dilakukan yakni, seminar kanker serviks, partisipasi kegiatan P2WKSS di Desa Ciomas Kecamatan Tenjo, peduli bencana alam gempa bumi Cianjur, partisipasi pelayanan Hari Disabilitas Internasional bersama SLB Negeri 1, bazaar HUT DWP Provinsi Jabar. Kemudian itsbat nikah di Kecamatan Sukaraja dan puncak HUT DWP ke-23 dengan tema “Membangun Perempuan Cerdas untuk Memperkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital Melalui Seminar Perlindungan dan Kedudukan Perempuan Dalam Hukum Waris Di Indonesia”. (*/Gistin)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================