5 Makanan Yang Mampu Menangkis Dampak Buruk Polusi

Klaudia mengajak kita untuk belanja produk bahan pangan lokal untuk mengurangi jejak karbon, sekaligus menyejahterakan petani dan pedagang lokal. Tapi, rupanya yang dimaksud bahan pangan lokal bukan berarti membeli produk dari daerah yang lokasinya jauh, meski sama-sama di Indonesia.

“Misalnya, orang di Jawa membeli kopi yang ditanam di Sumatra. Lokal berarti membeli dari sekitar kita, dari sumber yang jaraknya dekat dengan kita, sekaligus memanfaatkan bahan pangan setempat. Misalnya, kalau di sekitar kita banyak tanaman jagung, itulah yang kita konsumsi.”

Kacang almond memang disebut-sebut punya kandungan antioksidan tinggi. Tapi, daripada membeli kacang impor yang harganya cukup mahal itu, Puteri memilihkan kacang mete sebagai pengganti almond, yang juga tinggi antioksidan dan sama versatile-nya. Di dalam kacang mete terkandung vitamin A dan E.

Biasanya kita menemukan kacang mete dalam bentuk kacang goreng, taburan kue kering, atau campuran ayam kungpao. Amel bercerita, kacang mete bisa dijadikan camilan yang sehat. Caranya, campurkan kacang mete, kelapa parut kering, dan madu, taburi wijen, lalu panggang. Enak dan sehat!

“Atau, Anda bisa membuatnya jadi cashew butter, semacam selai kacang. Creamy, gurih, sehat, dan mengenyangkan. Masak kacang mete dengan direbus sebentar saja. Jangan dipanggang, karena kandungan airnya akan hilang. Setelah matang, haluskan, campurkan krim, susu, dan mentega. Anda bisa langsung oleskan pada roti.”

1Umbi

Heap of different types of potatoes on dark wooden rustic table

Puteri menjelaskan, bahan makanan berwarna ungu dan oranye merupakan makanan dengan antioksidan tinggi. Tak terkecuali ubi jalar ungu dan oranye, yang mengandung vitamin A dan C.

BACA JUGA :  Resep Bolu Gula Merah Kukus Tanpa Telur, Lembut, Manis, dan Mekar Sempurna

Saat tak punya banyak waktu, biasanya ubi disajikan dengan cara paling simpel, yaitu digoreng, dikukus, atau dijadikan campuran kolak. Itu pun sudah enak, karena rasa aslinya sudah manis. Kalau sedang mencari ide lain untuk mengolah ubi, Anda bisa mencontek cara membuat casserole ubi yang kerap dibuat oleh Amel.

“Ubi adalah salah satu bahan makanan favorit aku, karena dia bisa menjadi pengganti karbohidrat yang rasanya manis dan teksturnya legit. Untuk membuat casserole, ubi dikukus dahulu, lalu dihancurkan. Campurkan telur dan mentega, tempatkan di loyang, taburi kacang atau marshmallow, lalu panggang.”

Atau, Anda bisa menjajal ide lain. Ubi dipotong kotak-kotak, letakkan di loyang, taburi kayu manis bubuk, perasan jeruk nipis, dan madu. Olahan ini bisa menjadi camilan sehat dan dijamin bikin Anda tidak bisa berhenti ngemil!

2Ikan

5 makanan

Orang yang tinggal jauh dari area laut mungkin sulit menemukan ikan laut yang benar-benar segar. Puteri menjelaskan, agar tetap fresh dan tidak tengik saat tiba di tangan konsumen, ikan tenggiri disuntik dengan senyawa antioksidan. Antioksidan ini jugalah yang bisa membawa dampak baik bagi tubuh kita. Ditambah lagi, tenggiri juga mengandung omega 3.

Lalu, bagaimana dengan ikan yang tinggi omega 3? Apakah selalu punya antioksidan tinggi? Ternyata tidak. Menurut Puteri, tinggi atau tidaknya kandungan antioksidan pada ikan tergantung pada makanan yang dikonsumsi ikan tersebut. Seandainya dia mengonsumsi rumput laut, seperti ikan salmon, antioksidannya akan terbilang tinggi.

BACA JUGA :  Wardatina Mawa Ingin Perceraian Segera Tuntas, Tegaskan Keputusan Sudah Bulat

Bagi orang Indonesia, ikan tenggiri merupakan jenis seafood yang tidak asing. Bermacam olahan menggunakan tenggiri sebagai bahan utamanya, seperti otak-otak, pempek, bakso ikan, dan tekwan.

“Daging ikan tenggiri terasa manis dan tidak sepadat tuna. Itulah kenapa bakso ikan cenderung punya rasa manis. Dimasak apa pun, tanpa perlu banyak bumbu, tenggiri pasti enak. Dengan lumuran bumbu sederhana, yaitu garam, lada, ketumbar, kunyit, dan asam jawa, tenggiri bisa digoreng, lalu disantap bersama lalap dan sambal terasi. Sedap!” kata Amel, yang kerap menyantap ikan tenggiri segar saat tinggal di Kalimantan.

Klaudia menyarankan, agar tingkat polusi berkurang, sebaiknya kita mengonsumsi makanan rendah polusi, yaitu bahan makanan yang punya jejak karbon rendah.

Polusi yang mengandung karbon dihasilkan dari setiap langkah proses produksi makanan. Mulai dari pengolahan lahan, penanaman, memanen, mengemas, hingga transportasi dan distribusi. Rantai proses hingga makanan itu sampai di meja kita sangat panjang. Jika rantainya bisa dipotong sehingga menjadi lebih pendek, makanan itu secara otomatis jadi rendah polusi,” katanya.

Ia menambahkan, ikan laut, seperti tenggiri, yang didapat langsung dari nelayan dan kita olah langsung untuk disantap akan lebih rendah polusi daripada ikan dalam bentuk kemasan yang kita beli di supermarket. (*)

 

Halaman:
« 1 2 » Semua