BMKG Cabut Potensi Tsunami Gempa Magnitudo 7,9 Maluku, Begini Penjelasan Dwikorita Karnawati

“Berdasarkan hasil pemodelan tsunami, bumi gempa mag 7,9 menunjukkan potensi tsunami dengan ancaman siaga dan waspada. Diharapkan masyarakat menjauh dari pantai dan tepian sungai,” ujar Dwikorita dalam siaran pers yang tayang di Kompas TV, Selasa pagi.

Kemudian, Dwikorita menjelaskan, pihaknya telah memperbaharui parameter kekuatan gempa menjadi mag 7,5.

Dari hasil kajian BMKG, setelah parameter tersebut terupdate menjadi magnitudo 7,5, Dwikorita mengatakan gempa Maluku pada dini hari tadi tidak menunjukkan potensi tsunami.

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

“Namun kami tetap mewaspadai potensi tsunami tersebut sehingga kami juga melakukan observasi terhadap kenaikan muka air laut atau observasi tsunami,” ujarnya.

Dwikorita menjelaskan, berdasarkan observasi 4 Tide Gauge di sekitar sumber gempa bumi (Seira, Adaut, Lirang dan Larat) tidak menunjukkan adanya anomali atau perubahan tinggi muka air laut yang signifikan.

BACA JUGA :  Jenal Mutaqin Ajak Warga Manfaatkan Program Sunat Gratis di Puskesmas se-Kota Bogor

“Maka berdasarkan hal tersebut maka dilaksanakan pengakhiran peringatan dini tsunami kurang lebih 2 jam setelah perkiraan waktu datangnya tsunami,” ucap Dia.

Dwikorita menegaskan, pihaknya tidak mencabut peringatan dini tsunami melainkan mengakhirinya.

“Bukan dicabut dan bukan dibatalkan tapi diakhiri karena ada kenaikan muka air laut tapi tidak signifikan,” tuturnya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================