Semeru juga terpantau mengalami dua kali guguran dengan amplitudo maksimal dua sampai empat milimeter. Selain itu gempa vulkanik dalam 1 kali dengan amplitudo maksimal 32 milimeter.  Meski begitu, hingga saat ini, status Gunung Semeru masih di level 3 atau siaga.

BACA JUGA :  11 Gejala Awal Diabetes yang Jangan Diabaikan, Kenali Tandanya Sebelum Terlambat

“Karena itu masyarakat kami minta untuk tidak beraktivitas di radius 13 kilometer dari puncak gunung semeru dan 17 kilometer di sepanjang jalur aliran lahar,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Penganiayaan Eks ART Masih Berpeluang Diselesaikan Lewat Restorative Justice, Ini Syaratnya

Sementara itu, selain potensi bahaya awan panas guguran juga masih berpotensi terjadi banjir lahar hujan. Sebab, curah hujan di kawasan puncak Gunung Semeru masih tinggi. (net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================