Nasriah mengatakan, pihaknya terpaksa meliburkan siswa karena ruang kelas kemasukan air dan tidak memungkinkan adanya proses belajar mengajar.

“Jadi anak-anak diminta belajar di rumah dengan diberikan tugas,” katanya, Senin (30/1/2023).

Sementara itu, hingga Senin pagi tadi, pihak sekolah dan pegawai puskesmas kerja bakti, melakukan pembersihan kelas dan ruang pelayanan yang terendam banjir. Meski terendam banjir, pelayanan puskesmas tetap berlangsung untuk melayani pasien.

BACA JUGA :  Gagal Lolos SNBT 2026? Masih Ada Peluang Masuk PTN Lewat Jalur Mandiri, Ini Daftar Kampus yang Buka Pendaftaran Juni

Sekda Kabupaten Mojokerto bersama BPBD setempat melakukan asesmen ke dua desa yang terendam banjir. Hasilnya, akan dilakukan pengerukan dan normalisasi sungai untuk mencegah banjir susulan.

“Banjir terjadi karena pendangkalan dan penyempitan. Karena itu kami akan normalisasi, termasuk membongkar jembatan warga yang menyumbat sungai,” kata Sekda Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko. (*/net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================