Kecerdasan Buatan Digunakan di Perusahaan, Tenaga Manusia Mulai Digantikan Robot

kecerdasan buatan

BOGOR-TODAY.COM – Aplikasi kecerdasan buatan mulai tumbuh di seluruh industri, tentunya mengancam tenaga manusia dan mulai digantikan oleh robot.

Pada tahun 2022 telah dilakukan surcei oleh Saramin, sebuah perusahaan perekrutan online mengatakan, 2 dari 3 perusahaan mengaku menggunakan robot, karena lebih efisien.

Saat ini, kecerdasan buatan digunakan perusahaan untuk menghemat waktu dan tenaga, namun untuk program kecerdasan buatan sendiri membutuhkan tenaga manusia.

“Wawancara menggunakan kecerdasan buatan atau AI pernah dilakukan dengan mengkombinasikan dengan wawancara manusia,” kata Seol Min jun, yang bekerja sebagai perekrut seperti mengutip dari Koreahearld.com.

Munculnya alat rekrutmen AI bertepatan dengan berkurangnya tren rekrutmen tenaga manusia di Korea. Rekrutmen pekerja menjadi stadarisasi di perusahaan di Korea.

BACA JUGA :  Unggul Medali Perak, Kontingen Pencak Silat Kota Bogor Sabet Juara Umum Popwilda I Jabar 2026

Pergeseran pola perekrutan telah menyebabkan manajer sumber daya manusia dibebani dengan rentetan resume dan wawancara kerja.

Untuk memenuhi kebutuhan wawancara jarak jauh dan mengurangi beban kerja manusia, semakin banyak perusahaan yang menggunakan alat AI seperti Viewinter HR, alat wawancara AI yang dibuat oleh Genesis lab.

Menurut survei yang dilakukan oleh laboratorium Genesis, 91 persen dari 204 manajer sumber daya manusia mengatakan bahwa perusahaan mereka telah mulai mempekerjakan kecerdasan buatan.

Wawancara menggunakan kecerdasan buata mulai trean dikalangan perusahaan Korea. Orang yang akanmelakukan wawancara cukup menyalakan komputer di rumah, menggunakan AI dan melakukan kontak mata lewat kamera.

BACA JUGA :  Pesawat Sudah Dekat Bandara Tapi Tak Kunjung Mendarat? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui

Hasil wawawncara menggunakan kecerdasan buatan prosesnya cukup cepat tidak membutuhkan waktu yang lama.

Dengan program AI, hasil wawancara dapat dilihat skornya melalui Behaviour Even Interview yang mengukur kualitas jawaban dan soft skill orang yang diwawancarai.

Dengan menggunakan AI, tidak aperlu waktu dan tempat khusus perekrutan wawancara calon pekerja menggunakan kecerdasan buatan sangat efisien.

“Wawancara AI mungkin tampak seperti menambah stres bagi pencari kerja, karena mereka memiliki satu hal lagi yang harus dipersiapkan untuk mencari pekerjaan, tetapi AI bisa menjadi alasan Anda mendapatkan pekerjaan itu,” kata Yuk Geun sik dari laboratorium Genesis. (*)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================