
Pergerakan Kiblat
Kiblat adalah arah yang dituju umaat muslim untuk menunaikan salat. Sebelum Ka’bah menjadi kiblat saat ini, Masjidil Aqsa adalah kiblat pertama bagi umat Islam. Hijrah terjadi pada pertengahan bulan Syaban tahun kedua Hijriyah.
Perpindahan arah kiblat ini merupakan peristiwa besar yang ditunggu-tunggu oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam.
Dahulu, orang-orang Yahudi mengolok-olok umat Islam karena mereka beribadah searah dengan mereka. Ketika kiblat berpindah dari Masjidil Aqsa ke Ka’bah, Rasulullah senang karena bisa berbeda pendapat dengan orang Yahudi.
Turunnya Ayat Shalawat
Allah menjadikan Syaban sebagai bulan yang mulia, di antaranya dengan menurunkan ayat yang untuk memerintahkan salat pada bulan tersebut. Perintah itu tertuang dalam ayat berikut :
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya memberkati Nabi. (Q.S Al Ahzab; 56)
Ulama seperti Syekh Abdul Qadir Jailani menganjurkan umat Islam untuk lebih banyak berdoa kepada Nabi di bulan Syaban.
Shalawat adalah penghormatan kita kepada Nabi yang menyebarkan dan mengajarkan Islam.
Salah satu keutamaan bagi orang yang kerap bershalawat akan dikumpulkan bersama Nabi di yaummul akhir. Seperti dalam hadits berikut:
“Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (H.R Tirdmidzi)
Bulan Pembaca Al-Qur’an
Bulan Syaban dikenal sebagai bulan Pembaca Al-Qur’an. Salah satu maknanya adalah bulan di mana para penghafal Al-Qur’an menghangatkan diri di bulan Ramadhan.
Anas radhiallahu anhu berkata: “Kaum Muslim ketika telah memasuki bulan Sya’ban, mereka mengambil mushaf-mushafnya kemudian membacanya. Mereka juga mengeluarkan zakat hartanya agar dapat membantu menguatkan orang fakir dan miskin untuk turut serta menunaikan puasa di bulan Ramadan.”
Bulan Memperbanyak Puasa
Bulan Syaban adalah bulan yang di dalamnya Nabi banyak berpuasa, selain bulan Ramadan.
Dari Aisyah radhiallahu anha “Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa salam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syaban.” (H.R Bukhari)
Hikmah memperbanyak puasa di bulan Syaban juga termasuk membiasakan puasa di bulan Ramadan. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














