7 Keistimewaan Bulan Sya’ban

Pergerakan Kiblat

Kiblat adalah arah yang dituju umaat muslim untuk menunaikan salat. Sebelum Ka’bah menjadi kiblat  saat ini, Masjidil Aqsa adalah kiblat pertama bagi umat Islam. Hijrah terjadi pada pertengahan bulan Syaban tahun kedua Hijriyah.

Perpindahan arah kiblat ini merupakan peristiwa besar yang  ditunggu-tunggu oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam.

Dahulu, orang-orang Yahudi mengolok-olok umat Islam karena mereka beribadah searah dengan mereka. Ketika kiblat berpindah dari Masjidil Aqsa ke Ka’bah, Rasulullah senang karena bisa berbeda pendapat dengan orang Yahudi.

Turunnya Ayat Shalawat

Allah menjadikan Syaban sebagai bulan yang mulia, di antaranya dengan menurunkan ayat yang untuk memerintahkan salat pada bulan tersebut. Perintah itu tertuang dalam ayat berikut :

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya memberkati Nabi.  (Q.S Al Ahzab; 56)

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Jaro Ade dan Pengcab IMI Kabupaten Bogor Susuri Jejak Raden Ipik dari Jasinga hingga Malasari

Ulama seperti Syekh Abdul Qadir Jailani menganjurkan umat Islam untuk lebih banyak berdoa kepada Nabi di bulan Syaban.

Shalawat adalah  penghormatan kita kepada Nabi yang  menyebarkan dan mengajarkan Islam.

Salah satu keutamaan bagi orang yang kerap bershalawat akan dikumpulkan bersama Nabi di yaummul akhir. Seperti dalam hadits berikut:

Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat ialah yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (H.R Tirdmidzi)

Bulan Pembaca Al-Qur’an

Bulan Syaban dikenal sebagai bulan Pembaca Al-Qur’an. Salah satu maknanya adalah bulan di mana para penghafal Al-Qur’an menghangatkan diri di bulan Ramadhan.

Anas radhiallahu anhu berkata: “Kaum Muslim ketika telah memasuki bulan Sya’ban, mereka mengambil mushaf-mushafnya kemudian membacanya. Mereka juga mengeluarkan zakat hartanya agar dapat membantu menguatkan orang fakir dan miskin untuk turut serta menunaikan puasa di bulan Ramadan.”

BACA JUGA :  Indonesia Kehilangan Dua Wakil di Hari Kedua Indonesia Open 2026, Jepang Terlalu Tangguh

Bulan Memperbanyak Puasa

Bulan Syaban adalah bulan yang di dalamnya Nabi banyak berpuasa, selain  bulan Ramadan.

Dari Aisyah radhiallahu anha “Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa salam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syaban.” (H.R Bukhari)

Hikmah memperbanyak puasa di bulan Syaban juga termasuk membiasakan puasa di bulan Ramadan. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================