
Ketiga wanita itu adalah penduduk pemukiman ilegal Israel di Efrat, selatan Yerusalem di tanah Palestina.
“Tidak mungkin ketegangan antara Hizbullah dan Israel akan meningkat setelah serangan udara di Lebanon selatan,” kata direktur The Levant Institute for Strategic Affairs Sami Nader.
“Para pemain utama, Hizbullah di pihak Lebanon dan Israel, tidak tertarik dengan eskalasi. Memang benar pemerintah Netanyahu sedang mencoba untuk mengekspor krisis domestiknya,” imbuh dia.
Adapun Hizbullah, Nader mengatakan, perang lain antara kelompok yang didukung Iran dan Israel.
Akan menyebabkan konsekuensi yang sangat merusak bagi ekonomi dan rakyat Lebanon, termasuk konstituen Hizbullah sendiri.
Militer Israel menyerang Gaza dan Lebanon dengan menggunakan serangan udara menembakan roket dari kedua daerah.
Itu terjadi setelah serangan Zionis Israel di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur disaat umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















