Mantan Presiden AS Donald Trump Merasa Dijebak, Ini Penjelasan Dia

DONALD TRUMP-1
Penyelidik dari Biro Investigasi Federal yang menggeledah properti Harold Martin di Maryland pada 2016 lalu menemukan dokumen rahasia.  (FOTO : Aljazeera)

BOGOR-TODAY.COM – Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meras dijebak dan menuduh platform Truth Socialnya.

Walhasil, Donald Trump menghadapi dakwaan atas tuduhan federal bahwa mantan presiden AS itu salah menangani dokumen rahasia saat keluar dari Gedung Putih.

“Saya telah dipanggil untuk hadir di Gedung Pengadilan Federal di Miami pada hari Selasa,” tulis Donald Trump di postingan tersebut, seperti mengutip di Aljazeera.com.

“Saya tidak pernah menyangka hal seperti itu bisa terjadi pada mantan Presiden Amerika Serikat (AS),” imbuh dia.

Satu kali lagi dakwan terhadap Donald Trump  bagi negara Republik yang sarat akan skandal dan belum pernah terjadi sebelumnya seorang mantan presiden AS, saat ini atau sebelumnya, menghadapi dakwaan federal.

Sebelumnya, pada bulan April, Donald Trump menjadi presiden AS pertama yang didakwa secara pidana.

Setelah Jaksa Wilayah Manhattan Alvin Bragg mengumumkan 34 tuduhan kejahatan tingkat negara bagian.

Atas pemalsuan catatan bisnis dalam kasus yang berkaitan dengan pembayaran uang suap kepada seorang aktris film dewasa.

“Saya orang yang tidak bersalah. Saya tidak melakukan kesalahan apapun,” kata Donald Trump dalam sebuah video yang diposting tak lama kemudian.

BACA JUGA :  Apple Perkenalkan Siri AI di WWDC 2026, Asisten Pintar dengan Kemampuan Lebih Canggih dan Personal

Pengumuman hari Kamis datang sebagai bagian dari penyelidikan Departemen Kehakiman AS yang sedang berlangsung.

Dipimpin oleh Penasihat Khusus Jack Smith, ke dalam kotak dokumen rahasia yang ditemukan di perkebunan Trump Mar-a-Lago di Florida.

Kantor berita termasuk Associated Press dan Reuters telah melaporkan bahwa mantan presiden menghadapi tujuh dakwaan terkait penyelidikan.

“Negara kita akan masuk neraka. Dan mereka mengejar Donald Trump, mempersenjatai Departemen Kehakiman, mempersenjatai FBI,” kata Donald Trump.

Donald Trump mengklaim dakwaan itu dimaksudkan untuk menggagalkan pencalonannya pada 2024 untuk pencalonan presiden dari Partai Republik.

“Itu namanya campur tangan pemilu. Mereka berusaha menghancurkan reputasi sehingga mereka bisa memenangkan pemilu,” katanya.

Setelah pencarian Mar-a-Lago pada Agustus 2022, beberapa politisi terkenal lainnya termasuk Presiden AS saat ini Joe Biden dan mantan Wakil Presiden Trump Mike Pence juga telah melangkah maju untuk menyerahkan dokumen rahasia yang disimpan di kediaman mereka.

Tetapi banyak ahli telah mengindikasikan bahwa kasus Donald Trump berbeda. Biro Investigasi Federal harus mengeluarkan panggilan pengadilan untuk dokumen rahasia yang tetap menjadi milik mantan presiden setelah kepergiannya dari Gedung Putih.

Dan ketika penyelidik FBI meyakini masih ada lebih banyak dokumen di Mar-a-Lago, surat perintah penggeledahan Agustus dikeluarkan untuk properti tersebut.

BACA JUGA :  6 Strategi Mendekati Calon Promotor untuk Lolos Beasiswa PMDSU

Menghasilkan pemulihan sekitar 100 dokumen tambahan dengan tanda rahasia, sehingga totalnya menjadi 300.

Para ahli telah memperingatkan bahwa Donald Trump dapat menghadapi tuduhan penghalang atas perilakunya dalam penyelidikan.

Pernyataan tertulis FBI, tertanggal Agustus 2022, menggambarkan penyelidikan kriminal atas penghapusan.

Dan penyimpanan informasi rahasia yang tidak benar di tempat yang tidak sah, serta penyembunyian atau penghapusan catatan pemerintah yang melanggar hukum.

Dan kemudian ada volume catatan yang ditemukan: Sebanyak 15 kotak catatan telah dipindahkan dari Mar-a-Lago, menurut affidavit.

Dalam postingan media sosialnya pada hari Kamis, Trump mengecam Biden, yang mengalahkannya dalam kampanye 2020 untuk pemilihan kembali.

“Pemerintahan Biden yang korup telah memberi tahu pengacara saya bahwa saya telah Didakwa, tampaknya karena Boxes Hoax,” tulis Donald Trump, mengacu pada 15 kotak yang dihapus.

Mantan presiden AS itu menuduh Biden munafik, mengklaim bahwa presiden saat ini memiliki dokumen berserakan di seluruh lantai garasinya ketika para pejabat menggeledah kediamannya di Delaware. ***

 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================