
BOGOR-TODAY.COM – Calon Legislatif (Caleg) anggota DPRD Kabupaten Bogor periode 2024-2029 daerah pemilihan (Dapil) 1 dari partai Golkar, Ahmad Maulana menyebut sosok pemimpin untuk Kabupaten Bogor periode 2024-2029 nanti, semua element berpotensi besar dapat mencalonkan diri untuk menjadi F1 Kabupaten Bogor.
“Siapa pun berpeluang untuk menjadi Bupati Bogor. Mau dari tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun tokoh pemuda sekali pun. Walaupun, kemungkinan sudah ada sosok tokoh di Kabupaten Bogor yang dipandang oleh masyarakat mampu memimpin ini dalam lima tahun kedepan,” ungkap Ahmad, Jumat 9 Juni 2023.
Menurutnya, di Kabupaten Bogor adalah daerah yang sangat dinamis akan politik yang tentunya perlu kehati-hatian, karena masyarakat Kabupaten Bogor sangat merindukan sosok pemimpin yang selalu memperhatikan dan bersosialisasi serta dekat dengan para warganya.
“Termasuk dengan kesulitan masyarakatnya yang tengah di era saat ini. Itu lah sosok pemimpin yang sekiranya sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kabupaten Bogor untuk periode 2024-2029 mendatang,” ucap Ahmad.
Ia berpesan, bagi siapa pun pemimpinan yang akan terpilih usai kontestasi pilkada 2024 nanti, mari majukan bersama untuk rakyat Kabupaten Bogor di lima tahun kedepan.
“Harapan saya agar Kabupaten Bogor lebih maju, Bogor lebih kondusif dan Bogor harus menjadi Bogor milenial untuk masyarakatnya,” harapnya.
Sementara itu, ketua umum BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bogor, Akhmad Hidayat menyampaikan, harapan bagi organisasi yang ia pimpin untuk sosok pemimpin Kabupaten Bogor di lima tahun kedepan tentunya wajib memiliki kepedulian terhadap pemuda.
HIPMI sendiri mendorong, pemimpin yang kebijakannya itu dilihat untuk mengurai masalah bonus demografi. Karena, kata Akhmad, usia produktif per hari ini di Kabupaten Bogor sangat tinggi.
“Maka, jika seandainya tidak ada terobosan yang dilakukan calon pemimpin 2024, saya rasa itu sosok yang tidak akan dipilih,” ungkap pria yang akrab disapa kang Daday itu.
Menurutnya, sosok calon Bupati Bogor di tahun 2024 yang dirasanya memilik terobosan untuk mengurai bonus demografi ini caranya seperti apa yaitu, pemimpin tersebut harus melibatkan anak-anak muda untuk sering berdiskusi.
“Kalau misalkan ada calon pemimpin yang perhari ini jarang berdiskusi dengan pemuda saya rasa itu nggak pernah terealisasi keinginannya lantaran harapan pemudanya tidak diserap,” tegas Daday.
“Jadi intinya hari ini, yang harus sering komunikasi dengan pemuda itu saja,” bebernya menambahkan.
Ia menambahkan, untuk pesta demokrasi di tahun 2024 nanti tentunya harus dapat dijadikan ajang sebagai titik balik Kabupaten Bogor menjadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
Selain itu, sambung dia, terkait persoalan masa lalu itu tidak lagi muncul dikemudian hari, serta fungsi pemimpin yang bisa memfungsikan birokrat dengan cara The Red Man On The Raid Place yang artinya seorang birokrat yang memiliki kapasitas dibidangnya.
“Jangan sampai, hanya karena persoalan like in dislikes (suka atau tidak suka) terhadap salah satu birokrat yang karena hanya satu persoalan yang hanya asal bapak senang atau asal ibu senang itu jangan sampai dipakai lagi bagi pemimpin Kabupaten Bogor yang baru nanti,” tuntasnya.
Dikabarkan sebelumnya, Social Business Center atau SBC menggelar Diskusi Publik dengan mengusung tema “Mencari Pemimpin Terbaik Untuk Kabupaten Bogor 2024” di kantor sekretariat SBC Jalan H. Minggu, Kelurahan Tengah, Cibinong, Jum’at 9 Juni 2023.
Co. Founder SBC Center, M. Burhani menyampaikan bahwa diskusi publik itu digelar sebagai wadah forum yang menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten dibidangnnya untuk peduli terhadap Kabupaten Bogor menjelang pemilu 2024.
Burhani berharap, dengan adanya diskusi tersebut bisa menampung aspirasai, gagasan maupun keluhan masyarakat, khususnya warga Kabupaten Bogor. Sehingga, dapat menemukan pemimpin terbaik untuk menjadikan Kabupaten Bogor maju tanpa money politic atau politik uang.
“Ini yang harus dihindari, jangan kita gadaikan lima tahun kedepan hanya karena beberapa rupiah yang akan menjadi persoalan besar dan akan berujung permasalahan hukum,” tegas Burhani. *
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















