
Konflik di Sudan pecah pada pertengahan April, mengakhiri ketegangan yang meningkat selama berbulan-bulan antara Abdel Fattah al-Burhan dan mantan wakilnya Mohamed Hamdan Daglo.
Masing-masing pemimpin militer dan RSF, setelah keduanya jatuh dalam perebutan kekuasaan.
Sebuah kelompok lokal yang menamakan dirinya The Emergency Room dan membantu mengatur bantuan kemanusiaan di daerah itu, mengatakan sedikitnya 11 orang terluka dalam serangan itu. Itu memposting gambar yang dikatakan rumah yang rusak dalam serangan itu dan orang-orang mencari melalui puing-puing. Gambar lain diklaim menunjukkan seorang gadis dan pria yang terluka.
Dalam sebuah pernyataan, RSF menuduh pesawat militer membom daerah tersebut, membunuh dan melukai warga sipil. Ia juga mengklaim telah menjatuhkan jet tempur MiG militer, tetapi itu tidak dapat diverifikasi secara independen.
Seorang juru bicara militer tidak menanggapi pesan yang meminta komentar terkait persoalan tersebut.
Dalam sebuah video yang diterbitkan pada hari Jumat di halaman Facebook tentara, wakil panglima militer Yasser Atta memperingatkan warga sipil.
Untuk menjauhi rumah-rumah di mana RSF berada karena militer akan menyerang mereka kapan saja.
Konflik telah menjerumuskan negara ke dalam kekacauan dan mengubah Khartoum dan daerah perkotaan lainnya menjadi medan perang.
Pasukan paramiliter telah menduduki rumah-rumah penduduk dan properti sipil lainnya sejak awal pertempuran, menurut warga dan aktivis.
Bentrokan itu telah menewaskan ratusan warga sipil dan melukai ribuan lainnya. Lebih dari 2,2 juta orang telah meninggalkan rumah mereka ke daerah yang lebih aman di dalam Sudan atau menyeberang ke negara tetangga.
Seiring dengan Khartoum, pertempuran berkecamuk di Darfur, daerah yang luas di Sudan barat. El-Geneina, ibu kota provinsi Darfur Barat.
Telah mengalami beberapa pertempuran terburuk dalam konflik tersebut, dengan puluhan ribu penduduknya mengungsi ke negara tetangga Chad.
Milisi Arab Saudi baru-baru ini bergabung dalam bentrokan di el-Geneina di pihak RSF, menurut warga dan aktivis.
Pada hari Rabu, Gubernur Darfur Barat Khamis Abdalla Abkar diculik dan dibunuh beberapa jam setelah dia menuduh RSF dan milisi sekutunya dalam sebuah wawancara televisi menyerang el-Geneina.
Pembunuhannya disalahkan pada RSF, tuduhan yang dibantah oleh pasukan paramiliter sebelum gencatan senjata di lakukan pihak Sudan dan pasukan pendukung. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















