WISUDA MURID ITU HANYA AKAL-AKALAN SAJA

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati Pendidikan)

SEKARANG sedang viral di media sosial (medsos) orang tua/wali murid menentang pelaksanaan wisuda murid, dari TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA/MAK.

Mereka menentang karena kegiatan wisuda ini memberatkan orang tua/wali murid dari segi keuangan. Apalagi banyak kegiatan wisuda ini diadakan di gedung mewah bahkan ada yang di hotel.

Pengertian wisuda menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wisuda adalah peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat.

Istilah ini memang identik dengan perayaan kelulusan mahasiswa dari perguruan tinggi.

Sedang menurut Kemendikbud menjelaskan pemberitahuan ketentuan pelaksanaan wisuda.

“Berdasarkan ketentuan Pasal 42 Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Ijazah merupakan dokumen yang diberikan kepada lulusan pendidikan akademik.

Dan pendidikan vokasi sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian program studi terakreditasi yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi.”

Dari pengertian di atas jelas salah apa yang dilakukan sekolah-sekolah mengadakan wisuda selama ini.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Pantau Penyaluran MBG di SDN Babakan Madang 03

Penulis juga kaget kok sekarang ada wisuda di sekolah dari TK-SMA, hal ini  terjadi seingat penulis sekitar tahun 2015. Dulu wisuda peserta didik SMA hanya jas saja.

Dan pada tahun ini baru diprotes oleh orang tua/wali murid, ya wajar karena dulu yang mengadakan wisuda hanya sekolah-sekolah tertentu, yaitu sekolah jet set, tapi sekarang hampir semua sekolah melaksanakannya.

Bagi yang setuju dengan acara wisuda ini beralasan adalah wajar setelah lama bersekolah dan berhasil lulus serta harus meninggalkan guru-gurunya.

Maka diadakan acara wisuda yang terbaik dan megah.Toh hanya sekali selama jadi murid di sekolah tersebut.

Seperti layaknya orang menikah juga dirayakan sebaik dan semeriah mungkin karena hanya sekali dalam hidupnya.

Sementara alasan orang tua/wali murid yang buah hatinya diwisuda di tingkat Taman Kanak-kanak (TK) setuju, karena untuk lucu-lucuan saja.

BACA JUGA :  Sering Kentut, Apakah Tanda Penyakit? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ya seperti jika anak kita ikut karnaval jadi polisi, dokter, Tentara dan lain-lain itu kan hanya lucu-lucuan dan kita sangat senang melihat sambil tertawa dan bahagia.

Sementara yang kontra dengan acara wisuda ini selain alasan keuangan juga tidak adanya manfaat dari acara wisuda ini.

Juga buang-buang waktu wisuda ini, lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya. Lebih baik dananya untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, itu lebih bermanfaat bro.

Ok terlepas dari itu semua, jika kita dalam hal ini sekolah melakukan sesuatu kegiatan atau program yang berlebihan dan tidak pada tempatnya memang kurang bijaksana, jika tidak boleh dikatakan salah.

Apalagi jika menyangkut dana, jangan sampai pihak sekolah dikatakan terlalu matre atau acara wisuda ini dijadilan ladang bisnis semata serta hanya untuk akal-akalan saja. Jayalah Indonesiaku. ***
 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================