BOGOR-TODAY.COM – Tingkat radiasi ponsel disebut berpotensi menyebabkan jenis kanker tertentu atau masalah kesehatan.
Kanker otak dan sistem saraf pusat telah menjadi perhatian khusus karena telepon genggam digunakan dekat dengan kepala.
Lokasi penyimpanannya pun amat berpengaruh pada paparan radiasi itu.
Melansir beberapa sumber, berikut 3 tempat menyimpan menyimpan ponsel yang harus diwaspadai :
Di bawah bantal
Menaruh ponsel di bawah bantal dapat meningkatkan panas dan berisiko memicu kebakaran. Selain itu paparan radiasinya juga dapat meningkatkan risiko kanker, termasuk kanker otak.
Selain itu radiasi elektromagnetik yang dikeluarkan oleh ponsel yang bikin aliran darah tidak maksimal, akibatnya menjadi gagal fokus dan kurang konsentrasi.
Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan, menggunakan ponsel sebelum tidur dapat merangsang fisiologi dan psikologi yang dapat mempengaruhi tidur.
Dekat muka
Meletakkan ponsel terlalu dekat dengan wajah dapat memindahkan bakteri dari wajah ke ponsel, begitupun sebaliknya. Hal ini dapat meningkatkan jumlah bakteri di wajah dan ponsel.
Selain bisa menganggu jam tidur, ponsel juga dapat merusak pada kulit. Menurut sejumlah ahli, cahaya biru yang dihasilkan dari ponsel, tablet, serta komputer ternyata dapat membuat kulit mengalami penuaan lebih dini.
Hal ini dikarenakan terlalu sering terkena paparan cahaya biru dari ponsel dapat mempercepat proses oksidasi dalam kulit.
“Paparan cahaya biru yang berlebihan dari perangkat sehari-hari, seperti TV, laptop, dan telepon, kemungkinan memiliki efek merugikan pada berbagai sel di tubuh kita, mulai dari sel kulit dan sel lemak, hingga neuron sensorik,” kata Jadwiga Giebultowicz, profesor di Departemen Biologi Integratif di Oregon State University dan penulis senior studi di jurnal Frontiers.
“Studi kami menunjukkan bahwa menghindari paparan sinar biru yang berlebihan mungkin merupakan strategi anti-penuaan yang baik,” lanjutnya.
Ponsel yang dalam kondisi aktif dan tersimpan di saku celana dapat meningkatkan radiasinya hingga berkali kali lipat dan bisa menurunkan kesuburan pria.
Isna Qadrijati, seorang doktor di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan paparan radiasi gelombang elektromagnetik radiofrekuensi ponsel terbukti menurunkan kualitas dan fungsionalitas spermatozoa manusia secara in vitro.
Penelitian menggunakan spermatozoa dari ejakulat pria yang dinyatakan sehat.
Sperma kemudian diberikan perlakuan berupa paparan radiasi ponsel secara akut dan kronik dengan tingkat paparan radiasi elektromagnet pada tubuh (SAR) 2W/kg dan 5,7 W/kg selama 1 jam dan 2 jam.
Hasilnya menunjukkan semakin lama dan besar paparan radiasi gelombang elektromagnetik radiofrekuensi ponsel maka, akan semakin rendah pula kualitas dan fungsionalitas spermatozoa secara invitro dibandingkan sperma yang tidak diberikan perlakuan.
Jika terus dibiarkan, cara ini dapat memicu pertumbuhan tumor dan menurunkan kesuburan para pria. (Net)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Bagi Halaman
















