
BOGOR-TODAY.COM – Sebuah serangan Rusia terhadap sebuah pusat distribusi bantuan kemanusiaan di Ukraina tenggara telah menewaskan tujuh orang, kata para pejabat Ukraina, sementara dua orang juga tewas akibat penembakan Rusia di bagian timur negara itu.
Melansir aljeera, Selasa 11 Juli 2023 Yuriy Malashko, gubernur wilayah Zaporizhia, Ukraina, mengatakan bahwa sebuah bom pesawat terbang dipandu digunakan dalam serangan hari Minggu di sebuah gedung sekolah yang digunakan untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan di kota kecil Orikhiv.
Malashko menyebut serangan itu sebagai “kejahatan perang”.
“Mereka menyerang sebuah tempat pengiriman bantuan kemanusiaan di daerah pemukiman,” kata Malashko di media sosial. “Empat orang tewas di tempat: perempuan berusia 43, 45, dan 47 tahun, serta seorang pria berusia 47 tahun.”
Jumlah korban tewas sejak itu meningkat, kata para pejabat.
“Tim penyelamat mengangkat jenazah tiga orang yang tidak memiliki tanda-tanda kehidupan dari bawah reruntuhan. Jumlah korban tewas telah meningkat menjadi tujuh orang,” tulis layanan darurat Ukraina di Telegram pada hari Senin.
Operasi penyelamatan dan pemulihan kini telah selesai.
Malashko mengatakan 11 orang yang terluka dalam serangan itu sedang dirawat di rumah sakit.
Kantor kejaksaan umum Ukraina mengatakan bahwa insiden tersebut sedang diselidiki sebagai kejahatan perang.
Kantor kejaksaan juga mengatakan bahwa dua orang telah tewas dan tiga lainnya terluka pada hari Senin dalam penembakan Rusia di desa Hostre dan kota Avdiivka di wilayah Donetsk.
Orikhiv, dengan populasi sebelum perang sekitar 14.000 orang, berada di garis depan wilayah tenggara Zaporizhia di mana tentara Ukraina bulan lalu berusaha merebut kembali posisi-posisi yang dibentengi dengan kuat dari pasukan Rusia. (net)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















