Pada kenyataannya, dia tidak pernah repot-repot menghubungi Guinness tentang maraton menangisnya yang tidak biasa, dan mungkin itu yang terbaik, karena organisasi terkenal itu benar-benar bereaksi terhadap upaya rekornya, dengan mengklarifikasi bahwa mereka tidak akan memonitor upaya rekor seperti itu.

“Sekadar menepis rumor yang beredar baru-baru ini, kami tidak akan pernah memonitor rekor menangis maraton terlama,” cuit Guinness.

BACA JUGA :  Pancasila di Tengah Disrupsi Digital

Meskipun ia gagal mencapai target 100 jam menangis terus menerus, Daniel pasti mendapatkan perhatian yang ia inginkan, karena upaya rekornya yang unik ini menjadi berita utama di media internasional dan menjadi viral di media sosial.

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Bupati Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kebhinekaan

“Setelah itu dia tidak akan pernah mau menangis lagi dalam hidupnya”, demikian komentar seseorang di Instagram.

“Pada saat Anda selesai menangis, Anda akan menciptakan sungai kecil Anda sendiri,” canda netizen lain. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================