
“Mungkin ada baut pengikat rangka jembatan yang patah sehingga ambruk,” ucapnya.
Kepala Desa Kupu, Miftah mengaku kecewa dengan pihak operator ekskavator yang tetap nekat melintas jembatan darurat tersebut.
“Sudah dikasih tahu jangan lewat jembatan bailey, tapi nekat lewat,” ucapnya.
Hingga Minggu malam, ekskavator belum dievakuasi pihak terkait.
Akibat ambruknya jembatan darurat tersebut warga yang akan beraktivitas baik menuju sekolah, pasar tradisional, puskesmas hingga kantor pemerintahan harus memutar ke desa lain sejauh dua kilometer. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














