Pipa Bocor di Pamoyanan Akibat Water Hammer, Tirta Pakuan Operasikan WTP Palasari ke Wilayah Terdampak

“Nah punggungan kita pasang air valve alat untuk mengeluarkan air yang terjebak di dalam pipa. Kita pasang sampai tiga titik, kondisinya sama pecah,” kata Ardani.

Kemudian, kerusakan pipa juga terjadi diakibatkan beban kendaraan karena sempat bocor karena truk mengalami amblas, dan terakhir sempat ada paku di dalam pila sehingga menyebabkan pipa pecah.

“Jadi kami memasang pipa dengan PN lebih tinggi, artinya dengan kekuatan tekanan lebih besar, sampai dengan Pertigaan Rangga Mekar, karena itu merupakan titik kritis,” tandasnya.

Namun demikian, untuk tetap mendistribusikan air agar tidak mati maka Perumda Tirta Pakuan mencoba mengoperasionalkan WTP Palasari yang sebenarnya baru tahap uji coba untuk dialirkan ke wilayah terdampak.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kota Bogor Jadi Khotib Idul Adha 1447 H, Ajak Jamaah Teladani Nabi Ibrahim AS

“Alhamdulillah berhasil, meski sampai Rabu untuk pelaksanaan pemasangan pipa Cipaku baru selesai, tapi Selasa sudah mengalirkan dengan membagi dua wilayah,” ucap dia.
Menurutnya, jika tidak diantisipasi hampir 8.000 pelanggan tentunya akan terdampak, 4.000 pelanggan diantaranya berada wilayah Rangga Mekar dan sekitarnya.

“Untuk Pamoyanan kami sama sekali kita tidak membiarkan pelanggan kesulitan dengan tidak mendapatkan air,” katanya.

Tentunya, lanjut Ardani Yusuf Perumda Tirta Pakuan selalu memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kota Bogor dengan memberikan layanan 24 jam karena itu kita lakukan pergantian pipa segera, dan meminta waktu pelaksanaan satu minggu.

“Masyarakat ada anggapan kami melakukan kesengajaan dan sebagainya, tetapi hal itu bukan yang diinginkan oleh kita, tentunya PDAM (Perumda Tirta Pakuan) akan rugi jika itu dilakukan dengan sengaja membiarkan untuk selalu pecah. Dari sisi pendapatan berkurang karena pemakaian sedikit, ada bahasa bayar saja mahal sedangkan kalau air mati pola pemakaian berkurang, dan pembayaran kecil. Tentunya tidak begitu,” jelasnya.

BACA JUGA :  Vertu AlphaFold Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Premium dengan AI Asisten Pribadi Seharga Rp 110 Juta

“Air merupakan kebutuhan utama, harus dipahami air beda dengan listrik, kalau listrik diperbaiki langsung menyala, tapi kalau kami memerlukan recovery bisa sampai 6 jam bahkan satu atau dua hari untuk normalisasi. karena ada banyak mengatur wilayah cukup jauh,” pungkasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================