
“Mungkin, energi sedang digunakan oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi kronis. Akibatnya, tidak tersisa energi lagi,” jelas Myhill.
Profesional medis punya beragam pendapat mengenai akar penyebab atau pemicu sindrom kelelahan kronis di antaranya infeksi virus, infeksi bakteri, masalah sistem kekebalan tubuh, hormon yang tidak seimbang, masalah kesehatan mental, dan faktor genetika.
Saat berbagai gejala kelelahan mulai muncul, Anda disarankan berkonsultasi ke dokter. Dokter akan mengajukan pertanyaan untuk membantu menentukan penyebabnya misalnya akibat gaya hidup, stres, pascainfeksi virus, efek samping pengobatan, atau kehamilan.
Cara termudah mengatasi kelelahan adalah dengan menyesuaikan gaya hidup. Misalnya, lebih cermat memilih makanan bernutrisi lengkap yang dibutuhkan tubuh untuk bisa berfungsi optimal. Selain itu, istirahat cukup dan bangun rutinitas waktu tidur yang teratur.
Hindari stimulan seperti kafein dan alkohol di malam hari, dan jauhkan diri dari perangkat elektronik. Jelang tidur, sesuaikan suhu kamar menjadi lebih sejuk.
Cobalah mengendalikan kortisol atau hormon stres. Sebab, bagi sebagian orang, kelelahan kronis mungkin terkait dengan gangguan ritme kortisol. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















