BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana akan menyediakan  angkutan massal yang akan mengintegrasikan kota dan Kabupaten Bogor. Layanan angkutan itu akan dibuat dengan sistem pembelian Buy The Service (BTS).

“Pertama, yang reguler ada perencanaan membuat angkutan massal dengan BTS atau buy the service,” kata Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan, belum lama ini.

Rencana itu diakuinya telah disampaikan ke pemerintah pusat. Dengan demikian, Pemkab Bogor akan menyosialisasikan rencana tersebut agar dapat terealisasi dengan baik.

“Nah ini kita ingin mengusulkan ke pusat agar terintegrasikan itu antara Kota Bogor dengan kabupaten,” jelas Iwan.

“Mohon dukungannya tapi, proposal-nya sudah dibuat oleh Dishub. Tinggal bagaimana sosialisasi untuk kegiatan itu,” lanjut dia.

BACA JUGA :  HIPMI Kabupaten Bogor Berpotensi Miliki Calon Ketua Tunggal pada Muscab V

Terkait rutenya, sambung Iwan, angkutan massal ini akan melaju di sekitar Cibinong Raya dan menembus ke daerah Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

“Dimulai dari rencana awal itu dari Citeureup, Cibinong terus kadang roda. Lalu, ke arah Jalan Raya Bogor, masuk ke arah kota Ciparigi terus muter ke Bellanova,” paparnya.

Meski demikian, ia mengaku masih belum ada kesepakatan terkait pihak yang akan mengelola angkutan massal ini. Sebab, Kabupaten Bogor sendiri belum memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bidang itu.

“Yang ngelola itu belum tahu karena kita belum punya BUMD transportasi kita belum punya. Kalau Kota Bogor kan sudah ya,” ujarnya.

BACA JUGA :  PWI Kabupaten Bogor Gelar Safari Jurnalis 2026 di Cisarua, Dorong Literasi Digital Masyarakat

Namun, kata Iwan, tak menutup kemungkinan apabila pihak swasta yang akan menjadi operator dalam pengelolaan rencana integritas angkutan massal tersebut.

“Mungkin nanti pengelolaannya dari pihak kesepakatan kita dengan kota bogor, siapa yang akan menjadi operatornya. Bisa swasta juga,” ungkap dia.

Menurutnya, yang menjadi prioritas untuk merealisasikan rencana itu adalah pengadaan bus dan tempat pemberhentian angkutan massal itu.

“Yang penting pengadaan bus dan pengadaan haltenya dimananya,” tutupnya.

Penulis : Mutia Dheza Cantika

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================