
“Kalau setiap pagi bisa dilihat di terminal dan stasiun itu sibuk dengan mobilitas pengguna transportasi massal, setiap hari ada sekitar 80 ribu masyarakat commuter yang menggunakan jasa KRL yang tinggal di Kota Bogor kemudian bekerja di Jakarta,” katanya.
Dengan kondisi sempitnya lahan pertanian dan tidak banyaknya industri besar di Kota Bogor, pendapatan daerah Kota Bogor berasal dari sektor perdagangan dan jasa.
Sehingga kata Syarifah yang dilakukan oleh Pemkot Bogor adalah penguatan ekonomi kreatif peningkatan UMKM dan memperluas sektor pariwisata.
“Jadi UMKM Kota Bogor itu kurang lebih ada 68 ribu, itu sebagian besar masuk ke dalam kerajinan dan kuliner. Kemudian kita juga memperkuat ekonomi kreatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang bisa bertahan dalam situasi dan kondisi apapun,” katanya.
Keberadaan UMKM dan ekonomi kreatif ini juga membantu menekan angka pengangguran.
Untuk terus meningkatkan UMKM Pemkot Bogor juga melakukan kurasi untuk selanjutnya dilakukan pembinaan pelatihan karena setiap UMKM memiliki kemampuan dan tujuan yang berbeda beda.
Selain itu Kota Bogor juga melakukan pembinaan kepada PKL yang ditingkatkan menjadi UMKM yang kemudian ditempatkan di pusat-pusat UMKM.
Dari sisi pemasaran ada beberapa hal yang dilakukan, diantaranya dengan membuat galeri di mal maupun di Dekranasda, membuat 100 persen Bogor Pisan, membuat dan mengikuti pameran baik lokal, regional, nasional hingga keluar negeri.
“Pemasaran produk lokal juga kita bantu melalui regulasi dengan aturan pakaian ASN menggunakan produk lokal setiap hari selasa, sehingga kita bangga menggunakan produk lokal. Nah ini memiliki nilai dan efek ganda yang sangat besar pada saat kita menggunakan produk lokal,” katanya.
Selain itu belum lama ini pada Hari Jadi Bogor 3 Juni Pemkot launching maskot Kota Bogor yang diberi nama Rubo (Rusa Bogor.
“Jadi ini kita persilahkan kepada UMKM Kota Bogor untuk memproduksi tanpa royalti dan kita sudah dipasarkan. Ini terus kita sosialisasikan ke masyarakat setiap diantaranya dengan kegiatan setiap minggu ada fashion show di gang-gang di setiap kelurahan,” katanya.
Dalam kunjungan Studi Banding ini juga diperkenalkan produk UMKM asal Kabupaten Manokwari dan juga penampilan tarian dari para peserta studi banding.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














