
BOGOR-TODAY.COM – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terus melakukan pemantauan terhadap seluruh sumber air baku untuk mengantisipasi gangguan pasokan air bersih yang menyebabkan kekeringan akibat fenomena El Nino.
Hingga saat ini, debit air baku belum mengalami penurunan yang signifikan sehingga mengganggu sistem produksi seluruh instalasi pengolahan air dan mata air.
Manager Pelayanan Pelanggan dan Humas Perumda Tirta Pakuan, Dani Rakhmawan mengatakan bahwa hingga saat ini seluruh instalasi pengolahan dan mata air terpantau lancar dengan total kapasitas produksi 2.600 liter perdetik.
IPA Katulampa masih memproduksi 300 liter perdetik, sementara tinggi muka air (TMA) Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa sudah mencapai nol sentimeter karena curah hujan yang rendah di hulu.
“Kami mendapat informasi bahwa Sungai Ciliwung sudah nol sentimeter di Bendung Katulampa, padahal Sungai Ciliwung menjadi air baku bagi IPA Katulampa. Tapi berdasarkan laporan teman-teman Departemen Produksi, alhamdululillah masih berproduksi normal 300 liter perdetik. Belum mengganggu pelayanan ke zona 7 (Cimahpar, Tanah Baru, Bogor Baru, Ciluer, dsk),” kata Dani, Rabu (2/8/2023).
Ia pun menjelaskan, dengan kapasitas IPA Dekeng yang memproduksi 1.900 liter per detik untuk memasok air bersih ke Zona 4 (Tanah Sareal, Bogor Barat, Bogor Tengah), dan IPA Cipaku yang memproduksi 300 liter per detik untuk memasok ke Zona 3 (Bogor Tengah, Bogor Timur, Bogor Selatan).
“Begitu juga dengan IPA Rancamaya yang mampu menghasilkan 40 liter per detik untuk memasok air bersih ke Zona 1 (Pakuan, Harjasari, Muara Sari, Kertamaya, Bojongkerta, dan Rancamaya),” jelasnya.
Bagaimana dengan mata airnya? Dani mengungkapkan, bahwa dari empat sumber mata air yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan (Tankil, Kota Batu, Bantar Kambing dan Palasari), semuanya berproduksi seperti biasa.
“Namun untuk mata air Kota Batu mengalami sedikit penurunan akibat kemarau, sehingga menyebabkan gangguan aliran di wilayah Cikaret. Begitu juga dengan mata air Tangkil yang mengalami gangguan di beberapa titik di Zona 1, dan mata air Bantar Kambing yang juga terkena dampak kemarau, sehingga menyebabkan gangguan aliran dibeberapa titik di Zona 2, termasuk di mata air Tangkil,” ungkap Dani.
Dani menegaskan, bahwa Tirta Pakuan akan terus mempertahankan pasokan air baku sebesar 2.300 liter per detik dari air permukaan (sungai) dan 300 liter per detik dari mata air, dengan total 2.600 liter per detik.
Bahkan, Tirta Pakuan telah menyiapkan langkah-langkah teknis untuk mengantisipasi gangguan pelayanan akibat berkurangnya debit air baku. Langkah-langkah tersebut antara lain pengerukan seluruh intake (bangunan penangkap air sungai), penanaman pohon di sekitar mata air, penyiapan bak penampungan air, dan pengaturan sistem pengaliran.
Untuk itu, Tirta Pakuan juga mendorong para pelanggannya untuk menggunakan air secara lebih bijak dengan menghemat dan menampung air saat masih mengalir.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================













