
BOGOR-TODAY.COM – Soal polemik lahan SMPN 4 Citeureup, Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan mempercayakan kepada tim appraisal untuk menafsirkan.
“Saya nanti, tim apparsial saja dan tim Disdik apakah sudah ada penilaian atau kelayakan atau lokasi itu strategis atau tidak,” kata Iwan Setiawan, Senin (14/8/2023).
Ia menyebut bahwa, lahan itu sendiri sudah disepakati sebelumnya agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.
“Tahun kemarin sudah ditentukan, sudah disetting sekarang supaya tidak menjadi polemik,” ungkap Iwan
Alhasil terjadi polemik soal lahan itu, Iwan menyarankan supaya Dinas Pendidikan (Disdik) meminta tim appraisal untuk mengukur dan menilai harga tanah yang pantas dan wajar.
“Menurut saya Disdik harus meminta tim appraisal untuk penetapan tanah, karena kalau kita waktu rapat badan anggaran itu yang mengalokasikan pembelian lahan tugas teknisnya itu ada di Dinas,” ujar dia.
Disamping itu, Plt mengingatkan kepada Disdik untuk tidak memilih lokasi pembangunan yang sudah dikondisikan tanpa adanya pengecekan oleh tim appraisal.
“Saya sebetulnya sudah memerintahkan tidak boleh di dalam pembelian lahan itu satu tempat yang sudah di kondisikan harus melalui appraisal-nya dan itu harus dilaksanakan dulu jangan sampai ada pesanan,” cetusnya.
Oleh karenanya, kata dia, pihak yang berkepentingan harus waspada dalam melakukan tindakan. Ia juga meminta supaya polemik ini dapat diselesaikan secara terbuka dengan tim appraisal independen.
“Makanya kami juga meminta agar berhati-hati dalam menentukan. Harus transparan dan harus melalui penilaian yang independen itu tim appraisal,” tambahnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan, Juanda Dimansyah mengatakan, pengadaan sekolah di lokasi tersebut sudah berdasarkan kajian dan survei.
Sehingga, kata dia, perlu adanya instansi pendidikan untuk menunjang percepatan sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik.
“Sekolah di Citeureup itu yang belum ada memang di Leuwinutug. Makanya kami lakukan survei dan kajian, hasilnya yang cocok di situ,” jelas dia.***
Penulis : Mutia Dheza Cantika
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















