Rudy Susmanto
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto. Foto : Mutia/bogor-today.com

BOGOR-TODAY.COM – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk tidak tinggal diam soal polemik pencemaran sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ia menyakini bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor juga mengetahui asal-usul pencemaran di sungai Cileungsi ini.

Sebenarnya, kata Rudy, untuk mengatasi permasalahan tersebut tinggal menunggu ketegasan dari Pemkab Bogor.

“Sebetulnya kami sangat yakin dinas lingkungan hidup mengetahui siapa yang membuang limbahnya. Hari ini tinggal keberanian kepala daerah berani tidak kalau DLH tidak berani cari yang lain,” ungkap Rudy Susmanto, Rabu (16/8/2023).

Pasalnya, kondisi pencemaran ini juga sudah ketiga kalinya terjadi sejak Januari 2023. Sedangkan saat ini ada kekosongan jabatan Kepala Dinas (Kadis) DLH.

“Ini permasalahnnya tidak selesai-selesai. Jadi pada saat hari ini kadis DLH nya kosong akan ditunjuk orang dan seperti lelang jabatan,” ujar Rudy.

Oleh karenanya, solusi terbaik untuk menuntaskan pencemaran sungai Cileungsi adalah menunggu keberanian Pemkab Bogor untuk menindaklanjuti hal tersebut.

BACA JUGA :  Alwi Farhan Tembus Semifinal Australia Open 2026, Bidik Prestasi Lebih Tinggi dari Musim Lalu

“Tinggal sejauh mana pemerintah daerah berpihak kepada masyarakat Kaupaten Bogor. Tiap hari hanya menjadi konsumsi di media, pencemaran lagi, pencemaran lagi,” pungkas dia.

Rudy mengaku, DPRD Kabupaten Bogor juga telah membuat surat rekomendasi berkali-kali untuk mengatasi soal limbah yang menyebabkan pencemaran di sungai Cileungsi.

“Kita sudah berkali-kali membuat surat rekomendasi. Rekomendasi sudah kami berikan dari rapat sudah kita berikan dan dari aduan masyarakat sudah kami berikan. Kepala dinas silih berganti beberapa kali,” tandasnya.

Jika pihaknya memiliki kewenangan untuk mengatasi permasalahan ini, ia pun tak segan untuk menutup pabrik-pabrik yang membuang limbah ke aliran sungai Cileungsi.

“Kalau kami pihak DPRD punya kewenangan buat menutup kami tutup. Kan sudah jelas ada pabriknya, kalau pabriknya susah salurannya kan ada 5 pabrik. Lima lima nya tutup dulu,” tutup Rudy.

Dikabarkan sebelumnya, air Kali Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kembali menghitam lantaran adanya pencemaran limbah pabrik selama sepekan terakhir.

BACA JUGA :  Bukan Cuma Infrastruktur, Jenal Mutaqin Ungkap Strategi Pemkot Bogor Berantas Putus Sekolah

Warga Wanaherang, Gunung Putri yang enggan disebutkan namanya menyebut, kali Cileungsi menghitam sudah terjadi sejak satu pekan terakhir. Ia mengaku geram karena terus menerus mencium bau busuk.

Bahkan, kata dia sejumlah ikan yang berada di sungai tersebut mati karena tak bisa bertahan hidup di aliran sungai ini.

“Kurang lebih sudah seminggu ya hitam begini, bau biasanya muncul pukul 04.00-05.00 subuh. Baunya gitu sampai ke jalan dan yang sudah-sudah ya dari limbah pabrik ya. Dinas Lingkungan Hidup turun sampai kementerian juga, tetapi tidak pernah habis ya limbah pabrik dibuang ke sungai,” ungkapnya.

Dirinya berharap, perusahaan pabrik-pabrik yang berada di hulu untuk tidak membuang limbah ke sungai.

“Ya harapannya pabrik-pabrik jangan sampai buang ke kali. Sayangi kali kita,” tuntasnya.***

Penulis : Mutia Dheza Cantika

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================