BOGOR-TODAY.COMMenteri Kesehatan Budi Gunadi mencatat terdapat 200.000 orang di Jakarta terkena penyakit pernapasan imbas polusi udara.

“Khususnya di Jakarta kita lihat sebelum Covid-19 itu 50.000-an lah yang kena (penyakit pernapasan). Sekarang udah naik ke 200.000 orang,” ungkap Budi dikutip dari beritasatu.com, Kamis (24/8/2023).

Pihaknya menyebut penyakit pernapasan yang menjangkit mereka semua, yakni tuberkulosis, kanker paru-paru, asma, pneumonia, dan penyakit paru kontruksi kronis.

Menurutnya, peningkatan penyakit tersebut lebih tinggi daripada saat Covid-19 sebelumnya.

“Jadi ada 5 jenis mulai yang paling berat kanker paru-paru, tuberkulosis, ada yang paru kontruksi kronis, ada asma, pneumonia itu 5 jenis penyakit yang disebabkan oleh pernafasan,” tutur Budi.

Dia mengatakan, pihaknya atau petugas kesehatan lainnya hanya bisa mengobati tanpa bisa melakukan pencegahan preventif kepada masyarakat. Hal ini karena penyebab timbulnya angka penyakit tersebut akibat polusi udara.

BACA JUGA :  Belanda Tampil Superior, Swedia Dibungkam 5-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

“Hanya dapat menangani akibat atau penyakit yang timbul saja. Untuk faktor pencegahannya menkes tidak dapat,” ujarnya.

“Kita menangani akibatnya bukan menangani sebabnya, jadi posisi saya adalah mendorong agar sektor-sektor di hulu yaitu ada sektor energi, transportasi, sektor lingkungan hidup supaya bisa mengurangi tekanan emisinya,” tambahnya.

Oleh karena itu, dia menginformasikan kelima penyakit ini akan mendapatkan total klaim di BPJS lebih tinggi daripada tahun sebelumnya. Karena masyarakat yang terjangkit penyakit pernapasan ini diketahui lebih tinggi daripada sebelumnya.

Menkes mengaku optimistis pemerintah dapat menangani permasalahan tersebut. Kondisi saat ini, menurutnya, bukan yang pertama terjadi di Indonesia dan sudah banyak negara yang berhasil mengatasi polusi ini.

BACA JUGA :  Orang Tua Wajib Tahu, Ini Jarak Aman Anak Menonton TV dan Dampaknya bagi Kesehatan Mata

Ia berharap Indonesia dapat mencontoh dan juga menerapkan solusi yang diterapkan oleh negara lainnya.

“Kedua yang ingin saya sampaikan yang masih memberikan optimisme adalah hal seperti ini, polusi udara, sudah terjadi di negara kita dan bisa dikendalikan,” tuturnya.

“Yang paling baik dan cepat saya lihat di Tiongkok waktu ada Beijing Olympics, mereka melakukan beberapa langkah untuk memastikan bahwa langitnya biru kan nah itu terbukti turun cepat jadi yang bikin kita optimistis kalau ini bisa ditangani,” tuntasnya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================