
BOGOR-TODAY.COM – Bogor merupakan lokasi strategis buat para pelancong yang berasal dari Jakarta atau sekitarnya untuk berwisata.
Diketahui, Bogor memiliki banyak tempat asri yang wajib untuk dikunjungi, salah satunya wisata alam curug Hordeng yang berada di Kawasan TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak) tepatnya di Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Bila kamu mengunjungi wisata alam curug Hordeng dijamin akan betah berlama-lama untuk menikmatinya
Pengelola Curug Hordeng, Mahmud mengungkapkan asal-usul nama Curug Hordeng berawal dari jatuhan air curug yang menyerupai Hordeng atau gorden.
“Curug ini saya beri nama curug Hordeng karna sekilas dilihat bentuk aliran airnya menyerupai hordeng yang lebar,” ungkap Mahmud.

Selain itu, pada tahun 2018 atau sebelum diresmikan, dirinya sempat didatangi lewat mimpi oleh leluhur yang ada di sekitar Kawasan curug.
Dalam mimpinya itu, ia menceritakan bahwa curug itu memang bernama curug Hordeng.
Selain mengelola curug Hordeng, Mahmud juga mengaku mengelola beberapa curug yang ada di Desa Ciasihan, Sedikitnya ada delapan curug. Bahkan, ia juga dijuluki sebagai “Kuncen Curug” di Desa Ciasihan.
Daya tarik curug Hordeng
Curug Hordeng berada di posisi paling atas jika dibandingkan dengan curug lainnya yang berada lebih rendah dari curug Hordeng.
Jika membawa kendaraan, kamu dapat menyimpannya di garasi milik Mahmud dan sekaligus melakukan pembayaran tiket masuk dan parkir.
Setelah dari tempat parkir, kamu akan menyusuri perbukitan dengan trek menanjak untuk sampai ke lokasi curug-curug yang dikelolanya.
Sebelum sampai ke pusat curug Hordeng, kami akan melewati satu jalan yang diapit oleh dua batu besar yang konon katanya dahulu jalan tersebut merupakan sungai, namun karna kemarau yang amat panjang mengakibatkan sungai ini menjadi kering dan berlumut.
Dengan keadaan keringnya sungai itulah yang dimanfaatkan oleh pengelola untuk membuka akses menuju curug.
Setelah melewati sungai kering tadi, kami akan melewati beberapa Curug yang berada dibawah curug Hordeng. Pertama anda akan melewati curug Si Kabayan, kemudian curug Damai, curug Rizky, lalu curug Tebing.
Setelah curug Tebing barulah kamu akan sampai ke Curug Hordeng yang berada di paling atas diantara curug-curug yang lainnya.
Posisi yang lumayan jauh menjadi kesan yang ada di Curug Hordeng ini, sangat cocok untuk anda yang memiliki hobi hiking dan travelling.
Harga tiket dan jam operasional
Untuk berkunjung ke curug Hordeng, kamu akan dikenakan biaya 25.000 – 30.000 rupiah dengan melewati dua gerbang pintu masuk dan sekaligus dengan biaya parkir.
Buat kamu yang tidak membawa peralatan, jangan khawatir, karena di Curug Hordeng pengelola menyediakan peralatan yang disewakan. Seperti sleeping bag, tenda, kompor portable, dan lainnya.
Adapun jam operasional yaitu buka setiap hari dari Senin sampai Minggu dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB, alias tidak dibuka selama 24 jam karena posisi curug tersebut masih terpantau kurang dalam pencahayaan karena posisi curug Hordeng ini di tengah-tengah hutan dan tidak terlalu terjangkau sinar matahari.
Demikian informasi tentang wiisata curug Hordeng yang dapat dijadikan refrensi kamu.***/Hafizh Syah Putro (KKN 069 UIN Jakarta)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi Halaman
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















