Beberapa langkah dalam gerakan nasional tersebut meliputi koordinasi penanggulangan dampak El Nino, pendataan, pemetaan, serta persiapan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL). Langkah lainnya termasuk penyediaan sumber pengairan, distribusi benih dan pupuk, promosi penanaman, penanganan kekeringan, pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), pemantauan asuransi dan pembiayaan, serta penanganan masa panen dan pascapanen.

Selain gerakan nasional di 10 provinsi dan 100 kabupaten, Kementan juga telah mengambil langkah antisipasi dan adaptasi El Nino di sektor pertanian, termasuk.

  1. Identifikasi dan pemetaan lokasi terdampak kekeringan yang dibagi menjadi zona merah, kuning, dan hijau.
  2. Percepatan penanaman untuk memanfaatkan sisa curah hujan.
  3. Peningkatan ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mempercepat penanaman.
  4. Peningkatan pasokan air dengan membangun atau memperbaiki embung, parit, sumur dalam, sumur resapan, merestorasi jaringan irigasi sekunder, dan penggunaan pompa air.
  5. Penyediaan benih yang tahan terhadap kekeringan dan OPT.
  6. Program adaptasi dan mitigasi dampak El Nino sebesar 1.000 hektar per kabupaten.
  7. Pengembangan pupuk organik sentral dan swadaya.
  8. Dukungan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan asuransi pertanian, serta pendirian lumbung pangan hingga tingkat desa.
  9. Semua tindakan ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif El Nino pada sektor pertanian dan ketahanan pangan. ***
Halaman:
« 1 2 » Semua
BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================