Monev Implementasi KTR ASEAN di Kota Bogor, Bima Arya Tekankan 5 Hal

Tim Monev Implementasi KTR (Kawasan Tanpa Rokok) ASEAN dalam rangka Smoke Free Award.

BOGOR-TODAY.COM – Wali Kota Bogor, Bima Arya secara langsung mendampingi Tim Monev Implementasi KTR (Kawasan Tanpa Rokok) ASEAN dalam rangka Smoke Free Award berkunjung ke Alun-alun Kota Bogor dan Gereja Zebaoth yang menjadi bagian dari lokasi monev penerapan tatanan KTR yang diatur dalam Perda KTR Kota Bogor.

Dalam kesempatan tersebut Bima Arya didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno dan Kepala Dinas Perumkim Kota Bogor, Juniarti Estiningsih serta aparatur wilayah.

Sebelum kunjungan monev, Bima Arya memaparkan program dan kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam pengendalian tembakau di Kota Bogor di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Rabu (30/8/2023).

BACA JUGA :  10 Makanan Protein Rendah Lemak untuk Turunkan Berat Badan Tanpa Kehilangan Massa Otot

Menurutnya ada 5 hal yang ditekankan dalam pengendalian tembakau atau rokok di Kota Bogor, yaitu komitmen, regulasi, implementasi, basis data dan kolaborasi atau jejaring.

“Saya menganalogikan pengendalian tembakau kira-kira seperti pemberantasan korupsi. Pengendalian tembakau bukan sesuatu yang mudah, namun seringkali saya sampaikan dalam pengendalian tembakau, aspek nomor satu adalah tentang komitmen politik dari atas, harus benar-benar dari passion dan menganggap tembakau sebagai common enemy (musuh bersama) bukan sekedar pencitraan, dapat penghargaan atau memenuhi penilaian maka sulit berjalan,” kata Bima Arya.

Berikutnya adalah regulasi sebagai tindak lanjut dari komitmen agar menjadi petunjuk dalam pengendaliannya. Persoalan berikutnya tidak sekedar regulasinya tapi implementasi dan eksekusinya, bisa atau tidak.

BACA JUGA :  Jumlah Hewan Kurban di Kota Bogor Tembus 15.800 Ekor, Naik 1.400 dari Tahun Lalu

“Data menjadi aspek penting dan saat berdiskusi kita selalu angkat data-data. Dalam bergerak mengkampanyekan tembakau tidak bisa hanya sekedar single perspektif, tetapi harus terintegrasi dengan kebijakan kota secara keseluruhan dan di Kota Bogor nyambung serta disesuaikan dengan visi dan misi Kota Bogor sebagai kota yang layak untuk keluarga dan sport tourism,” jelasnya.

Selain itu kata dia, diperlukan adaptasi karena tantangan yang dihadapi adalah industri besar, kultur warga dan lainnya. Untuk itu dibutuhkan basis data terkini terkait tembakau yang kuat karena itu juga menjadi hal yang penting melalui riset dan survei.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================