Atasi Tantangan Global, Seameo Biotrop Kembangkan Produk Bioteknologi Bersama 10 Negara

“Kami akan melakukan kolaborasi mengembangkan produk bioteknologi yang dibuat Biotrop dan ISAAA. Peningkatan produktivitas kebutuhan pokok misal padi yang tadinya satu hektar menghasilkan 10-15 ton ditingkatkan 20 ton perhektar.

Global Coordinator BioTrust-ISAAA, Dr. Mahaletchumy Arujanan menjelaskan, para peneliti selalu bekerja dilayar belakang, saat ini masyarakat global mengalami tantangan harga kebutuhan pokok naik dan makanan tidak mencukupi. Bioteknologi dilihat menjadi problem solver atau solusi dari hal itu. Karena saat ini didukung untuk green teknologi agar tidak merusak planet bumi ini.

“Masyarakat pada umumnya berfikir harga kebutuhan pokok rendah dan stok kebutuhan pokok tercukupi. Tanpa memikirkan bagaimana peningkatan produksi bahan-bahan kebutuhan pokok. Maka Bioteknologi ini merupakan solusi dari peningkatan itu. Indonesia dan Malaysia banyak impor jagung dan kedelai. Mengapa impor, padahal kita bisa mengembangkannya,” tutur Mahaletchumy.

BACA JUGA :  Samsung Pertimbangkan Kembali Snapdragon untuk Galaxy Z Flip 8, Exynos Tak Lagi Jadi Satu-satunya Pilihan

“ISAAA ada kantor di Filipina untuk Asia dan di Kenya untuk Afrika. Kalau kita saling melengkapi, karena sama-sama dari negara berkembang, kita kolaborasi. Akan dilakukan pertukaran pelajar untuk berkunjung ke masing-masing tempat,” tambah wanita cantik yang akrab disapa Maha.

Ditempat yang sama, Manager HCID Seameo Biotrop, Dewi Suryani menuturkan, saat ini waktunya Bioteknologi disampaikan kesemua khalayak, Seameo Biotrop bisa melakukan semua tetapi belum bisa komersialisasi karena bioteknologi harus tersertifikasi. Dari mulai aman, pakan dan lainnya, untuk mengurus itu regulasinya lama dan panjang sekali.

BACA JUGA :  Vertu AlphaFold Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Premium dengan AI Asisten Pribadi Seharga Rp 110 Juta

“Kami bisa melakukan kegiatan komunikasi resiko dan regulasi agar semua kalangan. Saat ini kami berkolaborasi tidak menciptakan produk, tapi mengkomunikasikan tentang bioteknologi kepada masyarakat baik di Indonesia maupun Malaysia dan negara lainnya. Kami komunikasikan, yang produksi swasta. Produk bioteknologi yang sudah muncul di PTPN 11 Jawa Timur yaitu tebu tahan kering. Ada juga jagung tahan hama yang mulai dikenalkan oleh swasta,” pungkasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================