
Di sisi lain, Simuk hanya memiliki satu pelabuhan yang memungkinkan kapal bersandar.
Akibat cuaca ekstrem ini, persediaan pangan semakin menipis dalam 10 hari terakhir, dan dalam seminggu terakhir, warga hanya memiliki akses terhadap roti, mi instan, terigu, ketan, dan sagu.
Meskipun begitu, krisis pangan belum juga mendapatkan solusi, karena kapal pengiriman bahan makanan masih belum tiba.
Hal ini mengakibatkan persediaan pangan di warung-warung habis dalam tiga hari terakhir, dan masyarakat terpaksa hanya mengandalkan sagu sebagai sumber makanan mereka. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















