
Penyebab solusio plasenta sering kali tak diketahui dengan pasti. Namun, kemungkinan besar kondisi ini terjadi akibat trauma atau cedera pada perut.
Namun demikian, ada beberapa faktor risiko solusio plasenta yang perlu diperhatikan. Berikut di antaranya solusio plasenta sebelumnya, hipertensi, preeklamsia, jatuh atau benturan pada perut, merokok, penggunaan kokain selama kehamilan, pecah ketuban, infeksi dalam rahim selama kehamilan, hamil usia tua atau lebih dari 40 tahun.
Solusio plasenta lebih umum terjadi pada trimester terakhir kehamilan, utamanya pada beberapa pekan sebelum kelahiran.
Ibu hamil perlu mewaspadai beberapa gejala solusio plasenta berikut ini:
- Perdarahan vagina
- Sakit perut
- Sakit punggung
- Rahim terasa ditekan atau kaku
- Kontraksi rahim yang datang silih berganti.
Perlu diketahui, jumlah perdarahan vagina bisa sangat bervariasi dan tidak selalu menunjukkan seberapa banyak plasenta yang terlepas dari rahim.
Perdarahan juga bisa jadi tak disadari atau tak terlihat dengan jelas. Pasalnya, ada kemungkinan darah terperangkap di dalam rahim. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















