Tafsir itu menggunakan teknik AI yang disebut tim sebagai Deep Emotional Analysis Learning atau Pembelajaran Analisis Emosional Mendalam. Teknik berakar pada algoritma matematika yang kompleks yang dapat digunakan untuk menilai pola vokal ayam.

Untuk menguji sistemnya, mereka menggunakan sampel dari 80 ekor ayam. Langkah berikutnya adalah memasukkan sampel pada suatu algoritma untuk menghubungkan pola tersebut dengan keadaan emosional pada hewan itu.

BACA JUGA :  Kanker Payudara pada Pria: Jarang, tapi Nyata dan Sama Berbahayanya

“Hasil percobaan kami menunjukkan potensi penggunaan AI dan machine learning mengenali keadaan emosional ayam berdasarkan sinyal suara mereka,” tulis peneliti dalam makalahnya, dikutip dari Futurism, Selasa (26/9/2023).

“Rata-rata kemungkinan deteksi yang tinggi pada tiap emosi menunjukkan model kami belajar untuk menangkap pola dan fitur yang berarti dari suara ayam”.

BACA JUGA :  Ketua PWI Kabupaten Bogor Dedy Firdaus Luruskan Soal Polemik Acara Safari Jurnalis Desa Kemang

Namun mereka mencatat hasil model yang didapatkan bisa berubah. Ini bergantung pada ras dan kondisi lingkungan ayam, serta keadaan seluruh emosi ayam itu sendiri. ***

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================