BOGOR-TODAY.COMBurayot, sebuah camilan legendaris yang telah ada sejak zaman dahulu, menjadi hidangan khas yang berasal dari Kabupaten Garut, selain Dodol. Walaupun keduanya memiliki rasa manis, namun berbeda dalam bentuknya.

Bagi mereka yang sedang berlibur ke Garut, sangat dianjurkan untuk membawa burayot sebagai oleh-oleh. Kelezatan manisnya begitu cocok dinikmati bersama secangkir teh hangat.

Yang lebih menarik, saat ini rasa dari Burayot telah mengalami modifikasi yang membuatnya lebih modern, sehingga dapat menarik perhatian generasi muda. Kami akan merangkum sejarah burayot dan memberikan informasi mengenai tempat-tempat untuk membeli burayot di Garut.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Rem Rekrutmen Honorer, Fokus Angkat P3K Penuh Waktu

Asal Usul Burayot

Kisah awal Burayot mirip dengan Seblak, yang lahir dari kebetulan. Penemunya adalah Abah Onon, yang dibantu oleh istrinya, Bi Acih, yang berusaha menciptakan camilan ringan yang lebih praktis daripada cemprus yang dianggap merepotkan.

Setelah mencampurkan tepung beras dan gula merah, Bi Acih membentuk adonan tersebut menjadi bulatan yang mengembang, kemudian menggorengnya hingga matang.

BACA JUGA :  Telur Ceplok atau Telur Dadar? Ini Penjelasan Gizi di Balik Sorotan Presiden Prabowo pada Program MBG

Pada waktu itu, proses penggorengannya belum seperti yang dikenal sekarang, yakni dengan menggantungkannya.

Bentuk adonannya mirip dengan camilan lain yang disebut Ali Agrem, hanya saja Ali Agrem berbentuk seperti donat atau cincin, yang dalam bahasa Sunda disebut “ali.”

Burayot kemudian menjadi camilan yang populer saat ada pertemuan atau acara khusus, dan kabarnya, sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================