BOGOR-TODAY.COM – Eko Yuli Irawan gagal membantu Indonesia meraih medali di Asian Games 2022. Padahal, atlet angkat besi ini merupakan salah satu pesaing utama dan berharap bisa meraih medali.
Pada Asian Games tahun ini, Eko tampil di luar kelas kompetisi utamanya. Eko yang biasanya bertanding di kelas 61 kg justru turun ke kelas 67 kg. Sebuah beban ganda yang harus dipikul selain kekuatannya.
Perubahan kelas memiliki dampak yang signifikan pada total angkatan yang bisa diangkat oleh Eko. Ia kesulitan membangun total angkatan yang kompetitif untuk memperebutkan medali.
Akibatnya, Eko tidak dapat menyelesaikan angkatan snatch dan clean & jerk dengan sempurna dan tidak dapat meraih medali.
Eko berjuang keras untuk melakukan angkatan snatch. Ia hanya mampu mengangkat 145 kg pada percobaan kedua. Ia gagal pada percobaan pertama dan ketiga.
Ia gagal total dalam angkatan clean and jerk. Ia mencatatkan angkatan 175 kg, yang gagal diangkatnya dalam tiga kali percobaan.
“Mau angkat segitu juga masih kalah dari hasil akhir. Sedangkan itu saja rekor latihan saya, mau gak mau rekor latihan saya diangkat di angkatan pertama. Gambling,” tutur Eko kecewa.
Lagipula, kelas 67 kg memang bukan kelas andalan Eko. Selama ini, dirinya terus menyumbang prestasi dari kelas 61 kg.
Sementara untuk ajang kali ini, Indonesia hanya memilih menurunkan Ricko Saputra di kelas 61 kg.
“Memang persiapannya belum maksimal untuk di kelas ini. Ada sesuatulah yang pasti kenapa saya di kelas 67 kg biar nanti pelatih yang bicara,” ungkapnya.
Eko berharap, kegagalan total di Asian Games 2023 bisa dibalasnya di Olimpiade 2024. Eko sebelumnya telah menyumbang perak di Olimpiade 2016 dan perunggu di Olimpiade 2012.
“Ke depannya pasti persiapan buat Olimpiade. Mudah-mudahan hasil baiknya di Olimpiade nanti,” harap Eko.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















