Ini termasuk memanfaatkan pendekatan dari sejarah, sastra, filsafat, arkeologi, sosiologi, psikologi, drama, dan agama untuk menggambarkan peran sihir di dunia Barat dan Timur. Profesor Emily Selove, ketua jurusan di University of Exeter, menjelaskan hal ini secara langsung.

“Lonjakan minat terhadap sihir dan okultisme baru-baru ini di dalam dan di luar dunia akademis adalah inti dari pertanyaan yang sangat penting dalam masyarakat kita. Dekolonisasi, eksplorasi epistemologi alternatif, feminisme, dan anti-rasisme adalah elemen inti dari program ini,” ujar Selove.

BACA JUGA :  Kisah Nabi Daud AS Mengalahkan Jalut: Bukti Kekuatan Iman dan Pertolongan Allah SWT

Selove juga mencatat bahwa minat yang tinggi dalam sihir dalam kehidupan sehari-hari terlihat dalam keyakinan diri dan kepercayaan masyarakat. Dia mengingatkan para cendekiawan untuk bertanggung jawab dalam menjawab minat ini.

Selain itu, Selove menyebutkan bahwa popularitas cerita rakyat, ilmu sihir, tarot, dan kristal mencerminkan minat masyarakat terhadap aspek-aspek yang bersifat magis dan supernatural.

BACA JUGA :  Meriahkan KaBogor Fest, Tirta Kahuripan Dekatkan Pelayanan dan Perluas Akses Air Bersih bagi Masyarakat

Selove juga menjelaskan bahwa MA dalam ilmu sihir dan ilmu gaib akan menggali kembali asumsi bahwa Barat adalah tempat rasionalisme dan ilmu pengetahuan, sementara seluruh dunia dipandang sebagai tempat sihir dan takhayul. Dia menambahkan bahwa jurusan baru ini telah mendapat banyak minat sejak diperkenalkan ke publik. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================