
“Setelah penanganan ini, fase kritis berhasil diatasi. Saat ini, kondisi 18 murid sudah membaik, sedangkan 2 murid masih dalam perawatan jalan karena mengalami dehidrasi,” kata Daniel.
Menurut Daniel, dugaan kuat adalah bahwa keracunan ini terkait dengan konsumsi yoghurt yang dibeli dari pedagang di sekitar sekolah.
“Kemungkinan besar, keracunan ini disebabkan oleh makanan yoghurt. Namun, untuk memastikannya, kami telah mengambil sampelnya dan akan mengirimkannya ke Labkesda Jabar untuk diuji,” ujarnya.
Petugas kesehatan telah mengambil sampel minuman yoghurt yang dikonsumsi oleh para murid dan hasil pengujian di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jabar diharapkan akan tersedia dalam tujuh hari ke depan. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















