
BOGOR-TODAY.COM – Kapalan memang bukan penyakit serius dari segi kesehatan, namun bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Karena itulah, penting untuk mengatasi kapalan, terutama jika disertai rasa nyeri.
Melansir alodokter.com, ada berbagai cara penanganan yang bisa diterapkan baik di rumah maupun dengan bantuan tenaga medis.
Kapalan biasanya ditandai oleh pengerasan dan penebalan kulit sebagai respons terhadap gesekan atau tekanan berulang.
Berbagai faktor, seperti pemakaian sepatu yang tidak pas, penggunaan sepatu tanpa kaus kaki, atau kebiasaan mengangkat beban berat, dapat memicu terjadinya kapalan. Biasanya, kapalan lebih sering muncul pada telapak tangan dan kaki.
Terdapat beberapa gejala yang dapat mengindikasikan adanya kapalan, seperti kulit yang mengeras dan menebal, terkadang disertai rasa nyeri atau ketidaknyamanan, adanya benjolan kecil, kulit yang kering dan mudah mengelupas, kulit kemerahan, atau bahkan lecet.
Kapalan bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan, namun bila disertai rasa nyeri, penanganan segera diperlukan untuk mengurangi ketidaknyamanan.
Beberapa cara penanganan di rumah meliputi merendam tangan atau kaki dalam air hangat dan sabun untuk melembutkan kapalan, menggosok kapalan dengan lembut menggunakan batu apung, menghindari pengelupasan berlebihan, serta menjaga kelembutan kulit dengan menggunakan pelembap. Pastikan untuk memilih sepatu dan kaus kaki yang nyaman.
Untuk kasus kapalan yang lebih serius atau jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang berisiko, seperti diabetes, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Dokter dapat melakukan tindakan medis seperti mengikis kapalan, memberikan plester atau gel khusus, atau memberikan sol sepatu khusus. Pada kasus yang sangat jarang, operasi mungkin diperlukan jika kapalan disebabkan oleh kelainan bentuk tulang.
Mencegah kapalan juga mungkin dengan memilih sepatu dan kaus kaki yang pas, menggunakan sarung tangan saat melakukan pekerjaan berisiko, merawat kuku tangan dan kaki secara rutin, menghindari berjalan tanpa alas kaki, dan menghindari sepatu hak tinggi.
Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki kulit sensitif atau penyakit yang meningkatkan risiko infeksi.
Diabetic ketoacidosis dapat diidentifikasi melalui gejala khasnya, seperti haus yang berlebihan, sering buang air kecil, lemas, mual, muntah, nafas berbau aseton, dan perubahan kesadaran. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala ini, segera cari pertolongan medis darurat. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















