
Menurutnya, perilaku tersebut seharusnya lebih umum terjadi pada spesies mamalia yang bersosialisasi tinggi, yang dapat membantu dalam mempertahankan hubungan sosial, menyelesaikan konflik seperti yang dilakukan Bonobo betina, atau memperkuat ikatan sosial seperti yang terjadi pada Lumba-lumba Hidung Botol Jantan.
Menariknya, analisis Gomez menunjukkan bahwa perilaku seks sesama jenis lebih sering terjadi pada mamalia yang memiliki tingkat sosialisasi yang tinggi.
Para peneliti juga menemukan bahwa perilaku tersebut cenderung lebih umum pada spesies yang menunjukkan perilaku agresif dan kadang-kadang mematikan. Temuan ini mendukung konsep bahwa perilaku sesama jenis dapat memperkuat hubungan sosial dan mengurangi risiko konflik kekerasan.
Berdasarkan garis keturunan, Gomez juga menemukan bahwa perilaku seks sesama jenis telah muncul dan lenyap berkali-kali selama evolusi mamalia, meskipun terlihat sebagai fenomena yang lebih baru pada sebagian besar garis keturunan mamalia. Selain itu, perilaku sesama jenis tidak tersebar secara acak di antara spesies mamalia.
“Kami menyadari bahwa temuan ini dapat berubah seiring dengan penelitian yang lebih mendalam dan penemuan perilaku seksual sesama jenis pada lebih banyak spesies di masa mendatang.”
Sebagai catatan, penelitian ini hanya merujuk pada pengamatan perilaku hewan dan tidak memiliki kaitan dengan preferensi seksual manusia. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















