Seperti yang dijanjikan, MetaMask akhirnya kembali ke App Store, dan perusahaan mendorong pengguna untuk melaporkan adanya produk palsu.

Ini bukan pengalaman pertama MetaMask menghadapi tantangan dari perusahaan teknologi besar. Pada tahun 2019, aplikasi ini mengalami penangguhan dari Google Play karena melanggar ketentuan layanan keuangan.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Siapkan Mural Bergambar Pahlawan Nasional di Jalur Jayanti–Bojong Koneng

Selain itu, persyaratan Apple yang mengenakan biaya 30% dari pengembang aplikasi menjadi kendala, terutama bagi perusahaan aset kripto yang berfokus pada transaksi token non-fungible (NFT).

Meskipun demikian, MetaMask akan terus menghadapi tantangan ini, dan masa depan mereka di ranah aset kripto tetap cerah. ***

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Tegaskan Skywalk Tegar Beriman Simbol Kolaborasi dan Infrastruktur Inklusif

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================