BOGOR-TODAY.COM – Seorang anak berusia 6 tahun tewas ditikam dengan senjata tajam oleh seorang pria berusia 71 tahun di Illinois. Kejadian ini dipicu oleh konflik Israel dan Hamas. Selain menikam anak tersebut, pelaku juga menyerang ibu korban yang berusia 32 tahun.
Sejak dimulainya konflik antara Israel dan Hamas, pihak berwenang di Amerika Serikat telah meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap meningkatnya sentimen antisemitisme dan islamofobia.
Agen FBI, bersama dengan kelompok komunitas Yahudi dan Muslim, telah menerima laporan tentang peningkatan retorika kebencian dan ancaman.
Kasus di Chicago ini terjadi ketika polisi menemukan ibu dan anak laki-laki tersebut pada Sabtu (14/10/2023) pagi, di sebuah rumah di wilayah Plainfield, sekitar 65 kilometer barat daya Chicago.
Menurut pihak Kepolisian Will County, anak laki-laki Muslim yang diserang meninggal di rumah sakit, sementara ibunya mengalami luka tusukan dan diperkirakan selamat. Hasil autopsi atas anak yang meninggal menunjukkan bahwa ia telah ditikam berulang kali oleh pria lanjut usia tersebut.
“Detektif telah dapat menentukan bahwa kedua korban menjadi sasaran serangan brutal oleh pelaku karena agama mereka adalah Islam dan situasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Hamas dan Israel,” ungkap pernyataan dari pihak kepolisian.
Menurut Kepolisian Will County, wanita tersebut menelepon 911 untuk melaporkan bahwa pemilik rumahnya menyerangnya dengan pisau, dan ia berusaha membela diri.
Pelaku kemudian ditemukan oleh polisi di kediamannya dengan luka di dahinya. Pria bernama Joseph M Czuba didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama, percobaan pembunuhan tingkat pertama, serta dua tuduhan kejahatan kebencian dan penyerangan dengan senjata mematikan. Dia langsung ditahan dan menunggu sidang di pengadilan.
Bocah yang meninggal, bernama Wadea Al-Fayoume, memiliki keturunan Palestina-Amerika.
Organisasi kebebasan sipil Muslim menggambarkan kejahatan ini sebagai mimpi buruk dan sebagian dari meningkatnya retorika kebencian sejak dimulainya konflik Israel-Hamas. Kelompok tersebut merujuk pada pesan teks yang menunjukkan bahwa pelaku serangan telah mengeluarkan pernyataan yang meremehkan umat Islam.
Dalam menghadapi ancaman yang meningkat, Kepolisian Negara Bagian Illinois telah berkoordinasi dengan aparat hukum federal dan berupaya mendukung komunitas Muslim dan pemimpin agama.
“Mengambil nyawa seorang anak berusia enam tahun atas dasar fanatisme adalah kejahatan. Wadea seharusnya bersiap untuk pergi ke sekolah pagi ini. Orang tuanya akan terbangun tanpa anak mereka. Ini bukan hanya pembunuhan, melainkan juga kejahatan berdasarkan ras. Semua warga Illinois, termasuk komunitas Muslim, Yahudi, dan Palestina, berhak hidup tanpa ancaman semacam itu,” tegas Gubernur Illinois JB Pritzker pada hari Minggu. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















