Israel
ilustrasi

BOGOR-TODAY.COM – Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) telah meningkat di beberapa negara, seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Israel dan Palestina.

Melansir Al Jazeera, BDS berpotensi menyebabkan kerugian hingga US$11,5 miliar atau sekitar Rp180,35 triliun (menggunakan asumsi kurs Rp15.683/US$) setiap tahun bagi Israel. Tetapi apa sebenarnya Gerakan BDS ini?

BACA JUGA :  Mata Menonjol Bisa Jadi Tanda Penyakit Tiroid, Kenali Gejala dan Risikonya

Berdasarkan informasi dari BDS Movement, BDS adalah suatu gerakan boikot yang bertujuan untuk meyakinkan pelaku perdagangan di seluruh dunia agar berhenti menjual produk-produk asal Israel. Dampak dari gerakan ini adalah sulitnya eksportir Israel dalam menjual produk mereka.

Selain itu, BDS juga bertujuan untuk menekan ekonomi Israel agar memberikan hak yang setara kepada Palestina.

BACA JUGA :  Rangkaian HJB ke-544, Gowes Napak Tilas Ajak Warga Menyusuri Sejarah dan Alam Bogor

Secara umum, gerakan BDS mencakup perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pemukiman ilegal, eksploitasi sumber daya alam di tanah Palestina, dan mempekerjakan warga Palestina sebagai tenaga kerja dengan upah rendah.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================