Dosen Komunikasi Unida Dorong Penyintas TBC Bangun Usaha Ekraf

Dosen Sains Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (Unida), Robby Firliandoko.

BOGOR-TODAY.COM – Dosen Sains Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (Unida) yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Bogor (Kabekraf) Robby Firliandoko mendorong penyintas Tuberculosis (TBC) untuk membangun usaha ekraf khususnya kuliner.

Robby mendorong penyintas TBC dalam kegiatan Workshop UMKM yang digelar oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Hotel Aston pada Senin (16/10/2023).

Dalam paparannya, Robby menyampaikan bahwa Ekraf merupakan salah satu sektor usaha yang akan menjadi tulang punggung bangsa karena mengutamakan ide dan pengetahuan manusia.

“Di masa depan Ekraf akan menjadi sektor unggulan karena yang dieksplorasi adalah ide, bukan alam atau kekayaan bumi. Selagi masih ada manusia, ide itu akan terus ada,” kata Robby di hadapan 80 peserta dari berbagai daerah se-Indonesia.

Dosen Muda yang juga merupakan Kepala Lab Sains Komunikasi tersebut menyampaikan bahwa dari 17 subsektor yang ada di Ekraf, kuliner menjadi subsektor yang menyumbangkan pemasukan terbesar bagi negara.

BACA JUGA :  Perbandingan Mobil Hybrid dan Mobil Listrik: Kelebihan, Kekurangan, dan Pertimbangan Sebelum Membeli

“Kebutuhan utama manusia adalah sandang pangan papan, dan kuliner merupakan kebutuhan yang paling konsumtif. Artinya, peluangnya akan terus ada,” jelasnya.

Dosen yang juga menjabat sebagai Koordinator Daerah (Korda) Jawa Barat di Organisasi Indonesia Creative Cities Network (ICCN) ini juga menyampaikan bahwa peluang usaha kuliner saat ini tidak hanya bertumpu pada makanan siap saja.

“Era saat ini semua serba sibuk dan juga serba ingin instan, kedua kondisi ini juga memengaruhi peluang usaha kuliner bahwa peluang usahanya bukan hanya berfokus pada makanan siap saja tetapi bisa dimulai dari jualan bumbu dapur instan, sambal yang sudah jadi, camilan hingga jasa-jasa kreatif yang bisa mendukung usaha kuliner seperti fotografi, video, kelola media sosial hingga branding,” ungkapnya.

Namun, Robby yang pernah meraih penghargaan sebagai Pegiat Ekraf Terbaik Kabupaten Bogor pada tahun 2022 ini mengingatkan kepada seluruh penyintas TBC yang hadir bahwa untuk memulai usaha perlu dimulai dari mengenal diri sendiri, apa yang disukai hingga apa yang mampu dilakukan. Kuncinya, jangan ikut-ikutan.

BACA JUGA :  Penjualan Mobil Mei 2026: Toyota Masih Dominan, Geely Masuk 10 Besar dan BYD Tersingkir

Asna Yuni, peserta asal Palembang yang menceritakan bahwa putrinya memiliki usaha kuliner namun masih labil merasa tercerahkan atas paparan yang disampaikan oleh Robby Firliandoko.

“Anak saya itu usahanya berubah-ubah, apa aja dia coba. Tadi dapat pencerahan dari Mas Robby agar bisa menjadi suppport system untuk anak saya,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Arman dari Batam yang telah bekerja sebagai Bartender selama 17 tahun mengaku termotivasi memulai usaha setelah sebelumnya merasa nyaman jadi pekerja.

“Materinya sangat menyenangkan sekali. Mas Robbynya juga ramah. Saya mau ajak dia ke Batam,” ungkapnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================