cacar monyet
cacar monyet

BOGOR-TODAY.COM – Penyakit cacar monyet adalah infeksi virus yang ditandai oleh timbulnya bintil berisi nanah pada kulit. Cacar monyet atau monkeypox pertama kali muncul di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970.

Melansir alodokter.com, Selasa (17/10/2023) pada awalnya, penyakit cacar monyet memiliki gejala yang mirip dengan cacar air, yaitu bintil berisi cairan. Seiring perkembangan penyakit, bintil berisi cairan tersebut dapat berubah menjadi berisi nanah dan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan.

Cacar monyet dapat menular dari manusia ke manusia, tetapi hewan pengerat dan primata yang terinfeksi, seperti tikus, monyet, atau tupai, merupakan sumber utama penularannya.

Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox, yang termasuk dalam kelompok Orthopoxvirus. Virus ini pertama kali menular dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan terinfeksi seperti tupai, monyet, atau tikus.

Penularan virus monkeypox juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi.

Cacar monyet menyebar antar manusia melalui percikan liur yang dapat masuk melalui mata, mulut, hidung, atau luka pada kulit. Penularan juga bisa terjadi melalui benda-benda yang terkontaminasi, seperti pakaian penderita. Namun, penularan antar manusia memerlukan kontak yang berlangsung cukup lama.

BACA JUGA :  Korea Selatan Beri Diskon Tiket Bus untuk Turis Asing, Dorong Wisata ke Luar Seoul

Gejala cacar monyet akan muncul dalam rentang waktu 5–21 hari setelah seseorang terinfeksi virus monkeypox. Gejala awal meliputi demam, kelelahan, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening yang ditandai dengan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan.

Gejala awal ini dapat berlangsung selama 1–3 hari atau lebih, dan kemudian ruam akan muncul di wajah dan menyebar ke bagian tubuh lain seperti lengan atau tungkai. Ruam ini akan berkembang dari bintil berisi cairan hingga berisi nanah, pecah, berkerak, dan akhirnya menyebabkan borok pada kulit.

Ketika muncul bintil berisi nanah, terutama jika ada kontak dengan hewan seperti monyet atau tupai, atau jika baru-baru ini melakukan perjalanan ke daerah dengan banyak kasus cacar monyet, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Untuk mendiagnosis cacar monyet, dokter akan memeriksa gejala dan jenis ruam yang muncul serta mengambil riwayat perjalanan pasien ke negara dengan kasus cacar monyet. Diagnosis yang lebih pasti dapat ditegakkan dengan tes darah, tes usap tenggorokan, atau biopsi kulit.

BACA JUGA :  Korsleting Listrik, Si Jago Merah Lalap Rumah Warga di Cileungsi

Hingga saat ini, belum ada pengobatan khusus untuk cacar monyet, dan penyakit ini umumnya sembuh dengan sendirinya dalam 2–4 minggu. Namun, vaksin cacar dapat membantu mencegah penyebaran cacar monyet.

Pencegahan utama cacar monyet melibatkan hindari kontak langsung dengan hewan primata dan pengerat, serta menjaga kebersihan tangan. Juga, vaksin cacar dapat diberikan kepada petugas medis yang merawat pasien cacar monyet.

Cacar monyet memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi, meskipun dapat menimbulkan komplikasi, terutama pada anak-anak, orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, yang belum divaksinasi, atau yang tinggal di daerah dengan sanitasi yang buruk. Komplikasi yang mungkin terjadi meliputi infeksi bakteri, paru-paru, ensefalitis, dan keratitis.

Jika Anda memiliki hewan peliharaan yang diduga terinfeksi cacar monyet, segera hubungi dokter hewan dan hindari kontak dengan hewan tersebut. Hewan yang diduga terinfeksi dapat menunjukkan gejala seperti demam, batuk, mata merah, hidung berair, kehilangan nafsu makan, ruam, atau bulu rontok. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================