Jadi Penggemar Sepak Bola Tak Sekadar Hobi, Ini 5 Manfaatnya bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Sepak Bola
Ilustrasi Penggemar Sepak Bola. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Demam Piala Dunia 2026 tengah menyelimuti berbagai penjuru dunia. Di Indonesia, jutaan masyarakat rela begadang demi menyaksikan pertandingan tim favorit mereka.

Suasana nonton bareng, diskusi panas tentang hasil pertandingan, hingga dukungan tanpa henti kepada tim kesayangan menjadi pemandangan yang semakin akrab.

Di balik euforia tersebut, ternyata menjadi penggemar olahraga bukan hanya sekadar bentuk hiburan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mendukung tim olahraga favorit dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental maupun fisik seseorang.

Profesor psikologi dari Murray State University, Amerika Serikat, Daniel Wann, menjelaskan bahwa keterlibatan sebagai penggemar olahraga dapat menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis. Berikut beberapa manfaat yang telah dibuktikan melalui berbagai penelitian.

  1. Membangun Rasa Kebersamaan
BACA JUGA :  Mesir Puncaki Grup G Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Selandia Baru 3-1

Menjadi bagian dari komunitas pendukung sebuah tim membuat seseorang merasa memiliki ikatan sosial yang kuat. Dukungan terhadap klub atau tim nasional menciptakan rasa memiliki terhadap kelompok yang memiliki tujuan dan semangat yang sama.

Hubungan antarpenggemar bahkan sering berkembang melampaui dunia olahraga. Mereka saling mendukung dalam berbagai aspek kehidupan sehingga mampu mengurangi rasa kesepian dan mempererat hubungan sosial.

  1. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Kemenangan tim favorit sering kali ikut memberikan kepuasan emosional kepada para pendukungnya. Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai Basking in Reflected Glory (BIRG), yaitu kecenderungan seseorang merasa ikut berhasil ketika kelompok yang didukung meraih kemenangan.

BACA JUGA :  Kolombia Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Portugal Tempel Ketat di Grup K

Tak heran jika para suporter sering mengatakan “kita menang” meskipun tidak ikut bermain di lapangan. Identitas sebagai bagian dari tim memberikan dorongan positif terhadap rasa percaya diri.

  1. Membantu Mengurangi Risiko Depresi

Meski bukan terapi medis untuk mengatasi gangguan depresi, memiliki komunitas dan aktivitas sosial melalui dunia olahraga dinilai mampu mengurangi perasaan terisolasi.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================