
Sascha Hooker, seorang ahli mamalia laut di Universitas St Andrews di Skotlandia, lebih mempersempit kemungkinan temuan ini. “Bagi saya, hewan ini terlihat seperti cetacea yang sangat membusuk,” katanya kepada Live Science.
Cetacea, yang mencakup paus dan lumba-lumba, dikenal mengubah warna kulitnya saat terkelupas.
Di wilayah Papua Nugini, beberapa cetacea yang umum ditemui termasuk paus sirip pendek (Globicephala macrorhynchus), lumba-lumba pemintal (Stenella longirostris), lumba-lumba bintik pantropis (Stenella attenuata), dan paus sperma (Physeter macrocephalus), sesuai dengan sebuah studi tahun 2021 yang dimuat dalam jurnal Pacific Science.
Pakar lain juga mengemukakan kemungkinan bahwa makhluk tersebut mungkin merupakan salah satu jenis mamalia laut yang besar, yang sebelumnya mungkin telah mengilhami cerita tentang putri duyung.
“Perkiraan terbaik saya adalah kemungkinan itu adalah Dugong,” kata Jens Currie, seorang kepala ilmuwan di Pacific Whale Foundation di Hawaii.
Berdasarkan gambar bagian kepala yang masih tersisa, makhluk tersebut tampak terlalu lebar untuk menjadi cetacea, tambahnya.
“Jumlah lemak juga mengindikasikan bahwa itu adalah mamalia laut dan bukan hiu,” tuntas Currie. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















