
BOGOR-TODAY.COM – Penemuan makhluk berwarna putih dengan bentuk mirip putri duyung yang terdampar di sebuah pulau di Papua Nugini belum lama ini telah menimbulkan kebingungan di kalangan para ilmuwan.
Dalam wawancara dengan Live Science, para peneliti meyakini bahwa makhluk laut yang mirip putri duyung itu kemungkinan besar adalah mamalia laut. Meskipun demikian, asal-usul pastinya tetap menjadi misteri. Warga setempat menemukan sosok berbentuk mirip putri duyung tersebut di Pulau Simberi, Jumat (20/10/2023).
Pulau Simberi adalah sebuah pulau vulkanik kecil dengan populasi sekitar 1.000 orang yang terletak di Laut Bismarck, Provinsi New Ireland, Papua Nugini.
Ilmuwan telah memberi julukan pada makhluk aneh ini sebagai “globster,” istilah yang digunakan untuk merujuk pada massa organik tak dikenal yang terdampar di daratan.
Asal-usul makhluk misterius ini sulit dijelaskan karena sebagian besar tubuhnya telah membusuk, dan beberapa bagian tubuhnya hilang, termasuk bagian kepala.
Ukuran dan berat pasti dari makhluk ini tidak diketahui karena tidak diukur dengan baik, dan penduduk setempat telah menguburkannya.
Sayangnya, tidak ada sampel DNA yang dikumpulkan, sehingga identifikasi yang akurat hampir tidak mungkin dilakukan.
Para ilmuwan juga kesulitan mengidentifikasi makhluk ini hanya dari gambar.
Menurut Helene Marsh, seorang ilmuwan lingkungan di Universitas James Cook di Australia, makhluk tersebut tampak seperti mamalia laut.
Sascha Hooker, seorang ahli mamalia laut di Universitas St Andrews di Skotlandia, lebih mempersempit kemungkinan temuan ini. “Bagi saya, hewan ini terlihat seperti cetacea yang sangat membusuk,” katanya kepada Live Science.
Cetacea, yang mencakup paus dan lumba-lumba, dikenal mengubah warna kulitnya saat terkelupas.
Di wilayah Papua Nugini, beberapa cetacea yang umum ditemui termasuk paus sirip pendek (Globicephala macrorhynchus), lumba-lumba pemintal (Stenella longirostris), lumba-lumba bintik pantropis (Stenella attenuata), dan paus sperma (Physeter macrocephalus), sesuai dengan sebuah studi tahun 2021 yang dimuat dalam jurnal Pacific Science.
Pakar lain juga mengemukakan kemungkinan bahwa makhluk tersebut mungkin merupakan salah satu jenis mamalia laut yang besar, yang sebelumnya mungkin telah mengilhami cerita tentang putri duyung.
“Perkiraan terbaik saya adalah kemungkinan itu adalah Dugong,” kata Jens Currie, seorang kepala ilmuwan di Pacific Whale Foundation di Hawaii.
Berdasarkan gambar bagian kepala yang masih tersisa, makhluk tersebut tampak terlalu lebar untuk menjadi cetacea, tambahnya.
“Jumlah lemak juga mengindikasikan bahwa itu adalah mamalia laut dan bukan hiu,” tuntas Currie. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















